Astra Otoparts Serap Rights Issue Rp2,37 Triliun - Lunasi Utang dan Kembangkan Bisnis

NERACA

Jakarta – PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) menyerap dana hasil rights issue I (PUT I) sebesar Rp2,37 triliun hingga akhir Desember 2013. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Direktur PT Astra Otoparts Tbk Ignatius Robby Sani menjelaskan, perseroan telah menyerap dana PUT I untuk refinancing, bridging loan, serta untuk penyertaan modal dan atau pinjaman,”Sementara, dana hasil right issue yang masih tersisa saat ini tercatat sebesar Rp598,27 miliar yang kini disimpan oleh perseroan dalam bentuk deposito untuk periode 1 bulan pada Bank CIMB Niaga, Bank QNB Kesawan dan Bank UOB”, ungkapnya.

Seperti diketahui, perseroan berhasil meraih dana sebesar Rp2,97 triliun melalui Penawaran Umum Terbatas I (PUT I) dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Dalam prospektusnya, perseroan merencanakan menggunakan seluruh dana hasil PUT I tersebut untuk refinancing, bridging loan, dan penyertaan modal dan atau pinjaman.

Sementara itu, terkait rencana pembangunan pabrik yang akan beroperasi pada Februari 2014 dan juga sejumlah ekspansi yang tertunda, perseroan merevisi belanja modal (capital expenditure/capex) tahun 2013. Sebelumnya perseroan menganggarkan capex Rp6 triliun menjadi hanya Rp4,5 triliun hingga Rp5 triliun saja.

Direktur Keuangan perseroan Darmawan Widjaja sebelumnya mengatakan, pada tahun ini perseroan telah merealisasikan sejumlah pengembangan usaha, seperti akuisisi 51% saham produsen velg kendaraan PT Pakoakuina senilai Rp700 miliar, pada April lalu. Sementara pada 3 Juli lalu, perseroan mengumumkan peningkatan produksi setir mobil menjadi 800 ribu unit per tahun dan airbag menjadi 1,5 juta unit per tahun pada 2016 mendatang.“Penurunan anggaran capex karena adanya sejumlah ekspansi perusahaan yang tertunda menjadi tahun depan. Di samping itu, kami juga berencana membangun pabrik baru senilai Rp80 miliar di atas lahan seluas 1,7 hektar yang direncanakan mulai operasional Februari 2014”, ujarnya.

Pada September 2013 lalu, perseroan juga telah menandatangani nota kerja sama pendirian perusahaan patungan dengan Metal Art untuk membangun pabrik yang memproduksi forging parts untuk pasar original equipment manufacturer (OEM) mobil, seperti crankshaft, connecting rod, dan gears.“Investasi yang dikucurkan dalam rencana tersebut mencapai US$45,3 juta dengan luas lahan 3,2 hektar”, katanya.

Dia menyebutkan. Pembangunan pabrik tersebut ditargetkan mulai produksi massal pada Juli 2014 dengan kapasitas produksi 60 ribu unit per tahun, dan diharapkan meningkat menjadi 8,7 juta unit per tahun di 2017 mendatang.

Pada tahun 2014, perseroan akan meningkatkan kontribusi dari pendapatan ekspor menjadi 12-13% dari total pendapatan konsolidasi. Sementara di tahun 2013 perseroan menargetkan kontribusi ekspor sama dengan tahun 2012, hanya sebesar 10%. Disebutkan, kerasnya kompetisi di dunia manufaktur membuat perseroan hanya memasang target pertumbuhan sebanyak 2 hingga 3% sampai tahun 2018 mendatang.

Saat ini pasar ekspor emiten grup Astra ini berada di beberapa negara di Asia Tenggara, Asia, dan Timur Tengah. Guna meningkatkan pasar ekspor di tahun mendatang, perseroan tengah melakukan kajian di beberapa negara yang berpotensi dalam bisnis perseroan. (nurul)

Related posts