IHSG Terimbas Penurunan Bursa Global

NERACA

Jakarta – Menutup pekan kemarin, laju IHSG mengalami pelemahan setelah terimbas penurunan sejumlah laju bursa saham global yang mengalami profit taking setelah bergerak reli menuju window dressing jelang akhir tahun.

Kepala riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, IHSG yang tidak mengalami window dressing dan baru mengalami reli 4 hari terakhir pun harus takluk dengan imbas penurunan tersebut. Apalagi, positifnya rilis data ketenagakerjaan AS tidak mampu menahan pelemahan bursa saham AS dan laju bursa saham regional masih mengalami pelemahan setelah dirilisnya data manufaktur China yang kurang baik,”Sementara itu, kembali menguatnya laju rupiah dirasa belum mampu menahan aksi jual tersebut. Apalagi ternyata ada gap di 4274-4287 membuat profit taking kian deras pasca pasca IHSG menyentuh level 4300an”, jelasnya di Jakarta, kemarin.

Dia menambahkan, imbas rilis inflasi yang masih terkendali di bawah level 9% YoY dan surplusnya neraca perdagangan sebesar US$776,8 juta sebelumnya tidak banyak berpengaruh pada laju rupiah. Kali ini, pelaku pasar mulai meresponnya yang terlihat dari laju rupiah yang sedikit mengalami kenaikan.

Pada perdagangan Senin (6/1) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4232-4250 dan resistance 4278-4300. Berpola menyerupai evening star menjauhi upper bollinger bands (UBB). MACD uptrend terbatas dengan histogram positif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic kembali downreversal.

IHSG meskipun sempat melewati kisaran target support (4277-4300) namun, kembali ditutup di bawah kisaran target tersebut. Pelemahan lanjutan dimungkinkan jika aksi profit taking berlanjut namun, diharapkan dengan telah tertutupnya gap 4274-4287 dan reboundnya bursa saham global dapat berimbas positif pada IHSG.

Pertimbangan saham-saham adalah CTRA Spt750-770 Rst820-830|Spinning dekati UBB|Trd buy slm up780, KLBF Spt1270-1300 Rst1360-1370|Bearish harami cross di UBB|Trd sell jika1300 gagal bertahan, UNVR Spt26000-26350 Rst26750-26850|Doji di atas middle bollinger band|BoW if below 26350, SIMP Spt760-780 Rst820-830|Hammer. RSI masih uptrend|Trd buy slm up790.

Saham-saham lainnya BBRI 7050-7350|BoW if below 7150, UNTR 18800-19950|Trd buy slm up19450, INTP 19800-20550|Trd sell jika 20250 gagal bertahan, RALS 1050-1150|Trd buy slm up1100, EXCL 4975-5350|Trd buy slm up5150.

Sementara, selama sepekan IHSG mengalami peningkatan 44,68 poin (1,06%) atau lebih tinggi dari pekan sebelumnya yang naik 17,42 poin (0,42%). Kenaikan ini juga diikuti indeks utama lainnya yang mayoritas juga menguat a.l IDX30 yang menguat 1,36% diikuti indeks JII yang naik 1,21% dan MBX yang juga naik 1,13%.

Sedangkan laju indeks sektoral mayoritas juga bergerak positif dimana indeks konsumer, indeks manufaktur, dan indeks properti yang memimpin penguatan dengan kenaikan masing-masing 2,05%; 1,67%; dan 1,52%. Tetapi, indeks pertambangan masih di zona merah dengan pelemahan 2,28%.

Dia memperkirakan selama sepekan ke depan IHSG akan berada pada rentang Support 4200-4244 dan Resisten 4290-4330. IHSG membentuk pola menyerupai shooting star di atas middle bollinger bands. MACD cenderung turun dengan histogram negatif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic uptrend terbatas.“Laju IHSG sempat di bawah target resisten (4250-4263) namun, dapat kembali ke kisaran tersebut yang menandakan di tengah aksi profit taking yang terjadi masih ada keinginan IHSG untuk bertahan di zona positif”, ungkapnya.

Laju IHSG pekan depan akan kembali variatif dengan kecenderungan mencoba bertahan dari pelemahan terutama merespon data-data yang akan dirilis. Diharapkan data-data yang dirilis dapat memberikan imbas yang positif bagi laju IHSG. Dia menyebutkan, pekan depan masih ada beberapa data ekonomi yang akan menjadi perhatian sentimen. Adapun saham -saham yang dapat diperhatikan adalah SIMP, AISA, PGAS, SDRA, AKRA, KLBF, ASII, CPIN, LPCK, BBRI, INDF, MNCN. (nurul)

Related posts