BEI Makin Agresif Gaet Investor Lokal - Kejar Target 2 Juta Investor

NERACA

Jakarta- Di tengah kondisi perekonomian yang bergejolak, Bursa Efek Indonesia (BEI) mengaku akan tetap agresif menggaet investor lokal untuk mendorong penambahan jumlah investor dan emiten baru. Bahkan, dalam beberapa tahun ke depan, pihak otoritas berharap jumlah investor di pasar modal dapat mencapai 2 juta investor.

Direktur Utama BEI, Ito Warsito mengatakan, pihaknya masih akan terus mengupayakan berbagai strategi untuk meningkatkan kinerja pasar modal ke depan. Tidak terkecuali untuk mencapai target 2 juta investor dan kenaikan transaksi di pasar,”Kami optimis nilai transaksi harian saham di Bursa bisa mencapai Rp7 triliun per hari di 2014. Sedangkan jumlah investor, kami inginnya sih dapat mencapai 2 juta dalam beberapa tahun ke depan,” katanya di Jakarta, akhir pekan kemarin.

Hal terpenting yang harus dilakukan, menurut dia, yaitu dengan terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Adapun jumlah investor di pasar modal saat yaitu sekitar 408 ribu, dan nilai transaksi harian saham mencapai Rp6,25 triliun.

Selain itu, di tahun ini pihak otoritas juga akan menerapkan perubahan kebijakan terkait lot saham dan fraksi harga serta lembaga perlindungan investor yang diharapkan dapat berdampak positif pada kinerja pasar modal. “Yang terpenting, kami akan gencar melakukan sosialisasi dan edukasi guna mencapai target tersebut,” tandasnya.

Seperti diketahui, selain kebijakan lot saham dan fraksi harga, lembaga perlindungan investor menjadi konsen pihak otoritas dan regulator sejak tahun lalu. Alasannya, dengan didirikannya lembaga perlindungan investor tersebut dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat bertransaksi di pasar modal. Nanti ke depannya, tahun 2016 Bank Kustodian akan tergabung menjadi anggota PT Penyelenggara Program Perlindungan Investor Efek Indonesia (P3IEI) dan diharapkan perlindungan kepada investor pasar modal akan lebih luas lagi yaitu aset nasabah yang ada di Bank Kustodian.

Investasi yang digelontorkan pihak otoritas untuk mendirikan PT Penyelenggara Program Perlindungan Investor Efek Indonesia (P3IEI) sekitar Rp35 miliar. "Sebesar Rp15 miliar untuk initial fund, Rp11,4 miliar untuk iuran keanggotaan awal dan Rp7 miliar untuk iuaran tahunan. Itu semua sudah dibayari oleh SRO BEI,” kata Direktur Pengembangan BEI Friderica Widyasari Dewi.

Sebagai informasi, Berdasarkan Peraturan Bapepam-LK no VI.A.4 tentang Dana Perlindungan Pemodal disebutkan bahwa ruang lingkup P3IEI selaku lembaga Dana Perlindungan Pemodal (DPP) yakni, dana perlindungan pemodal digunakan untuk memberikan ganti rugi kepada pemodal atas hilangnya aset yang berada di Kustodian. Kecuali pemodal yang terlibat atau menjadi penyebab hilang aset pemodal, merupakan pengendali Kustodian atau merupakan afiliasi dari pihak-pihak tersebut.

Kemudian, aset pemodal yang dilindungi adalah efek dan harta lain yang berkaitan dengan penitipan kolektif pada Kustodian yang dicatat dalam rekening efek pada Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian serta dana yang dititipkan di Kustodian yang dibukakan rekening dana pada bank atas nama masing-masing Pemodal. (lia)

Related posts