Awal Pekan, Masih Ada Ruang IHSG Menguat

NERACA

Jakarta – Perdagangan saham akhir pekan kemarin, ditutup terkoreksi 69,602 poin (1,61%) ke level 4.257,663. Sementara Indeks LQ45 anjlok 14,169 poin (1,96%) ke level 709,347. Melemahnya indeks di Bursa Efek Indonesia tidak hanya sendiri, tetapi juga di alami dengan bursa-bursa Asia lainnya yang ikut terkoreksi. Aksi jual banyak dilakukan oleh investor domestik, sedangkan asing masih ada yang mau beli saham secara selektif.

Tidak hanya itu, melemahnya indeks harga saham gabungan (IHSG) juga diterpa sentimen negatif nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang ditutup melemah di posisi Rp 12.210 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 12.155 per dolar AS.

Menurut analis HD Capital, Yuganur Wijanarko, aksi jual dilakukan investor karena indeks BEI sudah menguat secara berturut-turut diakhir tahun lalu, “Pelaku pasar cenderung mengambil posisi jual setelah indeks BEI mengalami peningkatan selama empat hari terakhir yang berlangsung sejak akhir Desember 2013,"ujarnya di Jakarta, kemarin.

Kendati demikian, lanjut dia, koreksi indeks BEI itu bisa dilihat sebagai kesempatan untuk kembali mengakumulasi beli saham secara selektif. Oleh karena itu, dirinya merekomendasikan beberapa saham yang dapat diperhatikan diantaranya, Bank Mandiri (BMRI), Astra International (ASII), Adaro Energy (ADRO), Energi Mega Persada (ENRG).

Sementara analis Sinarmas Sekuritas Christandi Rheza Mihardja memproyeksikan awal pekan ini, indeks BEI akan bergerak menguat di level 4.224--4.287 poin,”Perdagangan pada Senin awal pekan akan dipengaruhi oleh data tingkat inflasi di Eropa yang diperkirakan naik 0,9% secara tahunan (YoY),”paparnya.

Selain itu, lanjut dia, data "Purchasing Managers Indexs" (PMI) China yang akan dirilis pada awal pekan ini juga akan turut memberikan sentimen tambahan terhadap pergerakan indeks. Karena itu, dirinya menilai saham yang layak dikoleksi antara lain, United Tractor (UNTR), XL Axiata (EXCL), Ace Hardware Indonesia (ACES), Ciputra Development (CTRA).

Pada perdagangan akhir pekan kemarin, meski koreksi yang terjadi cukup tajam, tapi tidak seluruh sektor jatuh ke zona merah. Masih ada indeks sektoral yang menguat, yaitu sektor manufaktur. Transaksi investor asing i tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 136,76 miliar di pasar reguler dan negosiasi.

Perdagangan berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 95.618 kali pada volume 2,644 miliar lembar saham senilai Rp 3,245 triliun. Sebanyak 49 saham naik, sisanya 194 saham turun, dan 91 saham stagnan. Koreksi yang terjadi di bursa-bursa regional semakin dalam. Seluruh bursa Asia kompak jatuh ke zona merah dengan koreksi rata-rata lebih dari satu persen.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Lion Metal (LION) naik Rp 500 ke Rp 12.500, United Tractor (UNTR) naik Rp 200 ke Rp 19.550, Akbar Indo (AIMS) naik Rp 180 ke Rp 1.080, dan Surya Toto (TOTO) naik Rp 100 ke Rp 7.800. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Delta Jakarta (DLTA) turun Rp 21.000 ke Rp 359.000, Astra Agro (AALI) turun Rp 1.200 ke Rp 23.450, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 950 ke Rp 27.150, dan SMART (SMAR) turun Rp 500 ke Rp 7.250.

Perdagangan sesi pertama, indeks BEI ditutup melemah 50,010 poin (1,16%) ke level 4.277,255. Sementara Indeks LQ45 jatuh 10,047 poin (1,39%) ke level 713,469. Indeks sempat terkoreksi cukup tajam hingga ke titik terendahnya di 4.298,231. Aksi ambil untung marak terjadi meski volume transaksi perdagangan cukup tipis.

Perdagangan berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 56.263 kali pada volume 1,394 miliar lembar saham senilai Rp 1,628 triliun. Sebanyak 45 saham naik, sisanya 154 saham turun, dan 86 saham stagnan. Bursa-bursa regional kompak melemah di zona merah. Aksi jual marak terjadi sejak pembukaan perdagangan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Lion Metal (LION) naik Rp 500 ke Rp 12.500, Akbar Indo (AIMS) naik Rp 180 ke Rp 1.080, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 150 ke Rp 42.900, dan Acset (ACST) naik Rp 110 ke Rp 2.100. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Delta Jakarta (DLTA) turun Rp 25.000 ke Rp 355.000, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 700 ke Rp 27.400, SMART (SMAR) turun Rp 550 ke Rp 7.200, Astra Agro (AALI) turun Rp 550 ke Rp 24.100.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka melemah 33,30 poin atau 0,77% menjadi 4.293,96 , sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 9,57 poin (1,32%) ke level 713,95 mengikuti bursa regional,”IHSG dibuka melemah seiring dengan koreksi di bursa AS dan regional menyusul rilis data indeks non-manufaktur China yang turun di bulan Desember 2013," kata Analis Samuel Sekuritas, Benedictus Agung.

Menurut dia, pasar memanfaatkan rilis data China yang cenderung melambat itu sebagai alasan untuk melakukan aksi ambil untung (profit taking). Lanjutnya, pelaku pasar saham cenderung mengambil posisi ambil untung terhadap beberapa saham domestik yang pada awal tahun kemarin mencatatkan penguatan cukup signifikan seperti di sektor perbankan dan konsumer.

Bursa regional, diawal perdagangan seperti indeks Hang Seng juga melemah 400,19 poin (1,71%) ke level 22.939,86, indeks Shanghai Composite turun 11,61 poin (0,55%) ke level 2.097,77 dan Straits Times melemah 14,73 poin (0,46%) ke posisi 3.159,92. (bani)

Related posts