AKR Corporindo Distributor Minyak Bersubsidi

Manajemen PT AKR Corporindo (AKRA) mengaku akan mendistribusikan bahan bakar minyak tertentu jenis bensin premium bersubsidi (mogas 88) dan jenis minyak solar bersubsidi (gas oil) pada tahun 2014. Informasi tersebut disampaikan Direktur PT AKR Corporindo Tbk, Suresh Vembu dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (2/1).

Disebutkan, perseroan menerima surat penugasan kembali dari BPH Migas sebagai badan usahan untuk penyediaan dan pendistribusian bahan bakar minyak tersebut. Adapun alokasi kuota perseroan untuk tahun 2014 adalah 640 ribu kilo liter yang terdiri dari 140 ribu kilo liter untuk jenis bensin premium (mogas 88) dan 500 ribu kilo liter untuk jenis minyak solar (gas oil).

Wilayah pendistribusiannya, menurut dia, mencakup beberapa kabupaten dan kota di provinsi Sumatera Utara, Lampung, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan.

PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) belum lama ini memperkuat modal anak usahanya, AKR Coal menjadi Rp230,45 miliar dari semula sebesar Rp139,8 miliar. Hal ini dilakukan seiring persetujuan pemegang saham PT Anugrah Karya Raya (AKR Coal), yaitu perseroan dan PT Pundi Prima Investama (PPI) pada 26 Desember 2013.

Dari jumlah tersebut, sebesar Rp90,65 miliar diambil bagian serta disetor penuh seluruhnya oleh perseroan. Dengan adanya peningkatan modal tersebut diharapkan dapat menopang kinerja perseroan ke depan. “Dana yang diperoleh AKR Coal akan digunakan untuk menunjang kegiatan usaha.” kata Suresh.

Dengan begitu, sambung dia, kepemilikan saham perseroan pada AKR Coal sebesar 96,75%, sedang kepemilikan saham PT Pundi Prima Investama (PPI) sebesar 3,25%. Diketahui, PT AKR Corporindo memasuki bisnis pertambangan dan infrastruktur batubara dengan mengakuisisi 87,5% saham di PT Anugrah Karya Raya (AKR Coal).

AKR Coal merupakan perusahaan pertambangan dan perdagangan batubara yang menguasai lima konsesi tambang batubara seluas 24.388 ha di Muara Teweh, Barito Utara, Kalimantan Tengah. Selain di bisnis tambang, AKRA memiliki bisnis inti di bidang distribusi dan perdagangan bahan bakar minyak dan kimia dasar di Indonesia. Selain itu, juga terlibat dalam bidang usaha logistik, pabrikan, serta pengembang kawasan industri dan jasa pelabuhan.

Untuk meningkatkan kinerjanya, perseroan melakukan pengembangan usaha ke China dengan mengakuisisi saham pengendali di perusahaan yang memproduksi sorbitol dan jasa pelabuhan sungai untuk kontainer dan komoditas curah di China Selatan. Sementara hingga September 2013, perusahaan penyalur distribusi BBM non subsidi dan bahan kimia ini mencatatkan laba periode berjalan naik 9,01% menjadi Rp 500,99 miliar dari periode sama tahun sebelumnya Rp 459,54 miliar. Pendapatan perseroan turun tipis 0,81% menjadi Rp 16,17 triliun hingga September 2013 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 16,3 triliun. (lia)

Related posts