Akhir Pekan, IHSG Masih Bertahan Di Zona Hijau

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdangan saham perdana awal tahun 2014, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) menguat tajam 53,088 poin (1,24%) ke level 4.327,265. Sementara Indeks LQ45 melonjak 12,381 poin (1,74%) ke level 723,516. Euforia libur panjang Tahun Baru masih terasa sehingga membuat perdagangan berjalan tidak terlalu ramai.

Indeks sempat menembus posisi tertingginya di 4.327,265. Aksi beli terjadi hampir di seluruh sektor saham, membuat IHSG berhasil menghindari zona merah perdagangan Kamis (2/1). Kata analis PT Anugerah Sekurindo Indah, Bertoni Rio, data ekonomi yang dikeluarkan BPS mendorong indeks BEI melanjutkan penguatan,”IHSG melonjak sebesar 53,08 poin setelah BPS mengeluarkan data inflasi bulan Desember sebesar 0,55%, besaran inflasi itu dinilai masih terkendali," katanya di Jakarta, Kamis (2/1).

Selain itu, lanjut dia, data neraca perdagangan Indonesia bulan November 2013 yang mencatatkan surplus mencapai US$ 776,8 juta menambah sentimen positif bagi industri keuangan domestik "Data BPS itu diikuti oleh aksi pelaku pasar asing yang mencatatkan beli bersih (foreign net buy) senilai Rp319 miliar,"ujarnya.

Berikutnya, indeks BEI Jum’at akhir pekan, diprediksi akan kembali melanjutkan penguatan di kisaran 4.300-4.344 poin dengan beberapa saham yang dapat diperhatikan yakni Ciputra Development (CTRA), Perusahaan Gas Negara (PGAS), Summarecon Agung (SMRA), Alam Sutera Realty (ASRI).

Pada perdagangan kemarin, aksi beli dilakukan investor domestik dan asing. Transaksi investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 336,95 miliar di seluruh pasar. Delapan sektor berhasil menguat berkat aksi beli tersebut. Hanya dua sektor yang melemah, yaitu sektor agrikultur dan tambang.

Perdagangan berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 112.810 kali pada volume 3,306 miliar lembar saham senilai Rp 3,3 triliun. Sebanyak 166 saham naik, sisanya 91 saham turun, dan 85 saham stagnan. Bursa di Asia bergerak variatif di perdagangan perdana 2014. Beberapa masih bertahan di zona hijau, seperti bursa Hong Kong dan Singapura.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Unilever (UNVR) naik Rp 800 ke Rp 26.800, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 750 ke Rp 42.750, Lippo Cikarang (LPCK) naik Rp 375 ke Rp 5.250, dan United Tractor (UNTR) naik Rp 350 ke Rp 19.350. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Bank Mayapada (MAYA) turun Rp 475 ke Rp 2.275, Astra Agro (AALI) turun Rp 450 ke Rp 24.650, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 400 ke Rp 28.100, dan Akbar Indo (AIMS) turun Rp 240 ke Rp 900.

Menutup perdagangan sesi pertama, indeks BEI ditutup menguat 40,902 poin (0,96%) ke level 4.315,079. Sementara Indeks LQ45 melaju 9,981 poin (1,40%) ke level 721,116. Data Badan Pusat Statistik (BPS) terkait tingkat inflasi selama tahun 2013 yaitu sebesar 8,38%. Atau tertinggi sejak krisis tahun 2008 lalu.

Data tersebut memberikan sentimen yang sempat menyurutkan niat beli investor. Laju indeks pun sempat sedikit melambat meski tidak sampai terjatuh ke zona merah. Aksi beli investor asing terus menopang IHSG. Perdagangan berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 65.289 kali pada volume 1,466 miliar lembar saham senilai Rp 1,548 triliun. Sebanyak 153 saham naik, sisanya 70 saham turun, dan 82 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia satu persatu mulai jatuh ke zona merah, padahal diawal masih banyak yang menguat. Bursa Singapura masih menemani IHSG di teritori positif. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 1.000 ke Rp 63.400, Unilever (UNVR) naik Rp 700 ke Rp 26.700, United Tractor (UNTR) naik Rp 300 ke Rp 19.300, dan Bukit Asam (PTBA) naik Rp 250 ke Rp 10.450.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain SMART (SMAR) turun Rp 500 ke Rp 7.350, Bank Mayapada (MAYA) turun Rp 350 ke Rp 2.400, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 250 ke Rp 28.250, dan Tempo Scan (TSPC) turun Rp 125 ke Rp 3.125.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka menguat 27,23 poin atau 0,64% menjadi 4.301,41, sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 8,16 poin (1,10%) ke level 719,29. Wakil Presiden (Wapres) Boediono yang membuka langsung perdangan saham tahun 2014 mengharapkan, tahun ini menjadi tahun kesuksesan dan kestabilan industri pasar modal dalam negeri.

Meskipun demikian, dirinya tidak menapik tahun ini menjadi tahun terberat bagi kinerja IHSG dengan berbagai sentimen negatif yang ada. Namun demikian, hal tersebut menjadi suatu tantangan bagi pasar modal Tanah Air. Ini juga menandakan bahwa segenap pelaku pasar modal harus lebih giat lagi dalam menciptakan market domestik yang kuat dan berkesinambungan,”Apa postur kita, sikap kita dalam menghadapi tantangan di tahun 2014 ini,"ujarnya.

Bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng dibuka menguat 25,41 poin (0,11%) ke level 23.331,80, indeks Nikkei-225 naik 112,37 poin (0,69%) ke level 16.291,31 dan Straits Times menguat 11,28 poin (0,36%) ke posisi 3.178,71. (bani)

Related posts