Modern Internasional Suntik Modal Rp449,9 Miliar - Kembangkan Bisnis Anak Usaha

NERACA

Jakarta- PT Modern Internasional Tbk (MDRN) memperkuat modal anak usahanya, PT Modern Putra Indonesia menjadi Rp449,9 miliar dari Rp249,9 miliar. Hal ini dilakukan menyusul telah ditingkatkannya modal dasar anak perusahaan dari Rp300 miliar menjadi Rp 1 triliun. Informasi tersebut disampaikan manajemen perseroan dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (2/1).

Disebutkan, perseroan akan meningkatkan penyertaan saham dengan modal ditempatkan dan disetor penuh sebesar Rp200 miliar, dari Rp249,9 miliar. Hal ini bertujuan untuk mendukung usaha entitas anak dalam mengembangkan dan mengoperasikan gerai 7-eleven, untuk masa dua puluh tahun dan masa perpanjangan 10 tahun. Selain itu juga untuk memperkuat struktur permodalan entitas anak.

Pihak manajemen mencatat, jumlah gerai 7-eleven saat ini mencapai 48.000 gerai di 18 negara. Sampai dengan November 2013, PT Modern Putra Indonesia sendiri telah memiliki 143 gerai 7-eleven yang berlokasi di Jakarta. Targetnya, pada tahun 2013 lalu jumlah gerai 7-eleven bisa mencapai 167 gerai.

Sampai dengan akhir tahun 2013, diperkirakan penjualan dari bisnis 7-eleven akan memberikan kontribusi sebesar 65% dari total penjualan konsolidasi dan akan semakin meningkat seiring dengan penambahan jumlah gerai. Sementara, hingga kuartal ketiga 2013, MDRN mencatatkan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan (ditanggungkan) kepada pemilik entitas induk naik menjadi Rp 41,58 miliar, naik 5,95% dari periode sama tahun 2012 senilai Rp 39,24 miliar.

Penjualan perseroan yang bergerak di bidang perdagangan dan pendistribusian barang naik 21,66% menjadi Rp 896,05 miliar hingga kuartal ketiga 2013 dari periode sama tahun 2012 senilai Rp 736,50 miliar. Perseroan mengalami kenaikan beban penjualan. Adapun beban pokok penjualan perseroan naik 17,24% menjadi Rp 546,04 miliar hingga kuartal ketiga 2013 dari periode sama tahun 2012 senilai Rp 465,71 miliar.

Beban penjualan perseroan naik mencapai Rp 226,44 miliar hingga kuartal ketiga 2013 dari periode sama tahun 2012 senilai Rp 112,27 miliar. Perseroan mengalami kenaikan pendapatan operasi lain menjadi Rp 17,58 miliar hingga kuartal ketiga 2013. Sementara itu, pendapatan keuangan naik menjadi Rp 6,09 miliar hingga kuartal ketiga 2013 dari periode sama tahun 2012 senilai Rp 682,96 miliar. Selain itu, perseroan mencatatkan total liabilitas/utang naik menjadi Rp 853,46 miliar pada 30 September 2013 dari posisi 31 Desember 2012 senilai Rp 747,45 miliar. Adapun ekuitas perseroan naik menjadi Rp 1,02 triliun pada 30 September 2013 dari posisi 31 Desember 2012 senilai Rp 986,89 miliar. (lia)

Related posts