Libur Natal, Transaksi Saham di DIY Turun 10%

Dampak libur panjang Natal dan Tahun Baru, membuat transaksi saham di kalangan investor domestik di Daerah Istimewa Yogyakarta mengalami penurunan 5-10% atau senilai Rp190 miliar disebabkan meningkatnya aksi ambil untung saham oleh kalangan investor,”Selama liburan Natal dan Tahun Baru, banyak investor di Yogyakarta yang justru melakukan aksi ambil untung saham untuk kebutuhan dana liburan," kata Ketua Pusat Informasi Pasar Modal (PIPM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Irfan Nur Riza di Yogyakarta, Kamis (2/1).

Menurut dia penurunan transaksi saham di Yogyakarta juga banyak dipengaruhi iklim dan kondisi pasar nasional serta menurunnya indeks harga saham gabungan (IHSG) menjelang Natal. Namun demikian, lanjut dia, pascalibur panjang Natal dan Tahun Baru mendatang, masyarakat justru akan gencar melakukan aksi beli saham kembali khususnya saham sektor konstruksi dan konsumer karena harga telah turun,”Biasanya nanti setelah harganya turun akibat gencarnya aksi "profit taking" tersebut, investor akan kembali berbondong-bondong untuk beli saham kembali. Apalagi kalau saham-saham tersebut berfundamental bagus,"ungkapnya.

Sebagai informasi, jumlah investor lokal di DIY mulai bulan Juli 2013 telah mencapai 5.629 investor. Sedangkan pada Desember 2013 telah meningkat mencapai 7.400 investor. Disebutkan, rata-rata pertumbuhan tiap bulannya sekitar 85 investor. Selain itu, kebanyakan investor Yogya telah melakukan diversifikasi atas portofolio sahamnya.

Kemudian sebagai upaya menjaga animo masyarakat untuk berinvestasi, kata Irfan Nur Riza, PIPM DIY juga melakukan sosialisasi berkelanjutan bagi masyarakat yang telah menjadi investor melalui "investor gathering". (ant/bani)

Related posts