PERLU DUKUNGAN DAN BINAAN PEMKAB SUKABUMI KUD Subur Tani Rambah Bisnis IT

NERACA

Sukabumi-Koperasi Unit Desa (KUD) Tani Subur, selama ini dikenal bergerak dibidang pertanian dan packaging, kini mulai mengembangkan jenis usaha. Dunia Informasi Tekhnologi (IT) menjadi target utama, disamping Simpan Pinjam, dan lainnya.

Ketua KUD Tani Subur , Mulyadi, kepada Neraca Rabu (20/7), mengungkapkan, pihaknya kini tengah merambah pembukaan pusat informasi di 46 titik se Kabupaten Sukabumi. Selain pengembangan usaha warung internet (Warnet), pihaknya juga mengembangkan Pusat Layanan Informasi antar Kecamatan (PLIK) , “ Semua kegiatan ini, murni dikelola oleh anggota KUD Subur Tani yang kini telah berjumlah 160 anggota, dengan permodalan sendiri” terang pria yang juga aktivis pemuda ini.

Dia menyatakan, untuk merambah dunia IT ini, pihaknya tengah membangun kerjasama dnegan berbagai pihak, baik dari kalangan pemerintah, swasta dan professional. “ Harapan kita kedepan, KUD Tani Subur menjadi pelopor koperasi petani berbasis informasi. Di mana tujuannya akan menjadi sharring partner antar petani di wilayah Kabupaten SUkabumi, maupun wilayah lainnya di Indonesia” papar Mulyadi.

Potensi bisnis IT, lanjut dia, dewasa in imasih sangat menjanjikan. Apalagi masyarakat haus informasi, “ Nah peluang ini kami bidik. Dan kami optimis usaha ini akan berjalan dengan baik pula. Kami bukan mengejar keuntungan semata, tetapi bertekad mengurangi angka pengangguran.. Apabila dari 46 titik itu kami rekrut 2 orang karyawan, sedikitnya KUD Tani Subur telah mengurangi 92 orang penganguran di Kabupaten Sukabumi,”tandasnya meyakinkan.

Seharusnya, imbuh dia , pemerintah sebagai mitra koperasi, diharapkan mampu mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) pelaku koperasi dengan memberikan pelatihan disamping permodalan, “ Saat ini masih banyak pelaku Koperasi tidak memiliki jiwa enterprenuer Padahal hakikatnya pelaku koperasi harus menjadi pelaku ekonomi,” terang Mulyadi.

Namun, menurut dia lagi, tidak semata itu kesalahan pelaku koperasi. Pemerintah Daerah khususnya Pemkab Sukabumi, hingga saat ini belum memiliki peratuiran daerah tentang pembinaan koperasi, “ Boleh anda tanyakan kepada siapun di Kabupaten Sukabumi ini. Hingga sekarang belum ada perda khusus pembinaan koperasi. Sehingga ketika koperasi terpuruk, bisa diakibatkan karena pelaku koperasi kurang memiliki skill,” tandas Mulyadi.

Selain itu Mulayadi juga mengatakan bahwa pemda tidak memiliki target dalam pengembangan koperasi. Namun yang ada hanya mengimbau pelaku koperasi mampu bersaing dengan pelaku usaha dan menjadi pelopor kekuatan ekonomi rakyat. Padahal kata dia, Kabupaten Sukabumi merupakan wilayah pintu gerbang Kabupaten Koperasi seperti dicanangkan puluhan tahun silam.

BERITA TERKAIT

Alfamart Mengajar di Sekolah - 39 Siswa SMKN 2 Kota Sukabumi Langsung Bekerja Setelah Lulus

Alfamart Mengajar di Sekolah 39 Siswa SMKN 2 Kota Sukabumi Langsung Bekerja Setelah Lulus NERACA Sukabumi - Sebanyak 39 siswa…

Alfamart Mengajar di Sekolah - 39 Siswa SMKN 2 Kota Sukabumi Langsung Bekerja Setelah Lulus

Alfamart Mengajar di Sekolah 39 Siswa SMKN 2 Kota Sukabumi Langsung Bekerja Setelah Lulus NERACA Sukabumi - Sebanyak 39 siswa…

KOTA SUKABUMI - Pembuatan E-Katalog Barjas Terus Berjalan

KOTA SUKABUMI Pembuatan E-Katalog Barjas Terus Berjalan  NERACA Sukabumi - Proses pembuatan e-katalog yang dilakukan oleh Bagian Barang dan jasa…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Mendongkrak Literasi dan Inklusi Keuangan dengan "Membumikan" Asuransi

Mendongkrak Literasi dan Inklusi Keuangan dengan "Membumikan" Asuransi NERACA Jakarta - Hasil riset Otoritas Jasa Keuangan pada 2016 menyebut bahwa…

Wali Kota Depok Berharap Anies-Sandi Dapat Bekerja Sama

Wali Kota Depok Berharap Anies-Sandi Dapat Bekerja Sama NERACA Depok - Wali Kota Depok Mohammad Idris berharap kepada Gubernur dan…

Dishub Kota Sukabumi Rancang Angkot Eksklusif

Dishub Kota Sukabumi Rancang Angkot Eksklusif NERACA Sukabumi - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sukabumi, terus melakukan inovasi perkembangan transportasi. Satu…