Tahun 2014, Tantangan Berat Hadapi Kinerja IHSG - Banyak Sentimen Lemahkan Indeks BEI

NERACA

Jakarta – Tahun 2014 dinilai sebagai tahun yang akan diwarnai dengan berbagai sentimen yang cenderung melemahkan IHSG. Terlihat dari penutupan tahun 2013 indeks secara YoY terkoreksi -0,98%.

Kepala riset Trust Securities Reza Priyambada menjelaskan, awal pekan kemarin pelaku pasar masih memanfaatkan minimnya waktu perdagangan untuk melakukan trading pendek meskipun sebagian pelaku pasar yang masih bertahan ada juga yang mulai melakukan profit taking,”Tetapi, tak jarang juga ada yang hanya wait & see sambil menikmati masa liburannya. Asing juga ikut meramaikan aktivitas perdagangan dengan melakukan nett buy hingga akhir perdagangan”, katanya di Jakarta, kemarin

Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4274,18 (level tertingginya) jelang akhir sesi 2 dan menyentuh level 4232,58 (level terendahnya) di awal sesi 1 dan berakhir di level 4274,18. Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual, dan investor domestik mencatatkan nett sell.

Pada rupiah, setelah sehari sebelumnya kembali mengalami tekanan, laju di akhir perdagangan tahun 2013 rupiah justru terlihat menguat. Pelaku pasar sedikit melakukan penyesuaian dengan laju rupiah agar ikut menguat seperti halnya IHSG.

Sementara pelaku pasar masih menanggapi positif pelemahan nilai tukar yen seiring langkah pemerintahan Jepang yang akan mengatasi deflasi meskipun di sisi lain terdapat sentimen negatif dari penurunan retail sales dan current account Korea Selatan.

Hingga akhir tahun, laju bursa saham Asia terus bertahan positif meski sebagian besar sudah ada yang libur seperti Indonesia, Thailand, Jepang, Rusia, dll. Positifnya laju bursa saham Asia didukung optimisme pelaku pasar dalam melihat outlook 2014 yang diharapkan bisa lebih stabil, terutama China dengan berbagai kebijakan ekonominya yang pro pertumbuhan dan masih berlanjutnya stimulus ekonomi Jepang.

Pada perdagangan Kamis (2/1) dia memprediksi IHSG akan berada pada support 4224-4255 dan resistance 4278-4293. Berpola menyerupai white marubozu di atas middle bollinger bands (MBB). MACD masih uptrend dengan histogram positif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic masih upreversal.

IHSG sempat melewati kisaran target resisten (4231-4240) yang menunjukkan mulai tingginya aksi beli meskipun masih diiringi dengan profit taking. Diharapkan tren penguatan masih akan berlanjut di awal tahun 2014 meskipun mungkin belum banyak aktivitas transaksi.

Pertimbangan saham-sahamnya GGRM Spt41350-41550 Rst42250-42350|Morning star. RSI upreversal|Trd buy slm up41900 , INDF Spt6400-6550 Rst6650-6750|Tweezers bottom di atas MBB|Trd buy slm up6550 , PGAS Spt4400-4450 Rst4525-4550|Bullish harami di atas area oversold|Trd buy slm up4450 , RALS Spt1350-1360 Rst1400-1430|Shooting star. Stochastic upreversal|Trd buy slm up1050 . Saham-saham lainnya adalah BBRI 7100-7350|Trd buy slm up7200 , BSDE 1230-1320|Trd buy slm up1280 , TLKM 2100-2225|Trd buy slm up2125 , BWPT 1290-1340|Trd buy slm up1320 , LPCK 4800-4950|Trd buy slm up4850. (nurul)

Related posts