Semen Indonesia Perkuat Market Share 44% - Targetkan Produksi 31 Juta Ton

NERACA

Jakarta – PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) optimis ditahun 2014 dapat membukukan penjualan mencapai 31 juta ton dengan memperkirakan industri semen akan tumbuh 6%,“Tahun 2014 kami akan terus fokus menjaga market share pada kisaran 44%. Sebagai langkah awal, perseroan akan memproduksi semen dengan tipe tertentu sebagai variasi permintaan pasar”, kata Direktur Utama Semen Indonesia Dwi Soetjipto dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (1/1).

Menurutnya, dengan melihat prospek perkembangan industri serta pertumbuhan ekonomi yang cukup cerah, pihaknya optimis pertumbuhan pasar semen secara nasional pada 2014 mencapai 6%. Perseroan juga optimis bahwa penjualan bisa mencapai 31 juta ton.

Selain itu, perseroan juga akan melakukan beberapa hal seperti menyatukan produksi, sinergi dalam pemasaran. Sedangkan dalam hal distribusi dan transportasi yang mengoptimalkan seluruh packing plant yang dipunya. termasuk mengoptimalkan mesin packing.“Keberadaan pelabuhan khusus serta packing plant yang tersebar di seluruh Indonesia juga sangat membantu dalam efisiensi terutama dalam hal biaya transportasi dan distribusi”, ungkapnya.

Sementara itu, perseroan juga terus berupaya memperluas jangkauan pasar. Kelompok usaha semen terbesar di Indonesia ini rencananya akan meresmikan pabrik pengemasan atau packing plant di Banjarmasin, Kalimantan Selatan pada tanggal 9 Januari 2014. “Dengan adanya unit Packing plant di Banjarmasin ini, semakin memperkuat eksistensi dan ekspansi bisnis perseroan. Ini adalah bagian dari strategi perseroan agar bisa semakin dekat dengan konsumen, moving closer to the customer”,ujarnya.

Packing Plant Banjarmasin memiliki 1 buah silo dengan kapasitas 600 ribu ton semen pertahun, dilengkapi 2 line semen bag dengan rotary packer berkapasitas 2200 bag/jam dan 1 line curah dengan kapasitas 120 ton/jam serta dilengkapi dermaga yang bisa disandari kapal dengan kapasitas sebesar 5.000 DWT. Silo tersebut berfungsi untuk menampung semen sebelum masuk ke unit pengemasan. Investasi yang dikucurkan perseroan untuk proyek ini mencapai Rp 120 miliar.

Pada tahun 2014, perseroan bekerjasama dengan Krakatau Steel membangun Pabrik Slag Powder dengan nama PT Krakatau Semen Indonesia (KSI) yang berlokasi di Cilegon Banten dengan investasi sebesar Rp440 miliar. Pabrik KSI dirancang mampu mengolah Granulated Blast Furnace Slag (GBFS) sebesar 750.000 ton per tahun.“Pembangunan pabrik direncanakan dimulai awal 2014 dan ditargetkan dapat beroperasi awal tahun 2016”, katanya.

Sepanjang 2013, perseroan menunjukkan kinerja yang menggembirakan. Terbukti dengan keberhasilan perseroan menguasai pasar domestik dengan market share sebesar 43,8%. Perusahaan semen yang merupakan holding company dari Semen Padang, Semen Gresik, Semen Tonasa serta Thang Long Cement Vietnam, menunjukkan kinerja yang menggembirakan.

Terbukti bahwa perusahaan dengan kode SMGR menguasai pasar domestik dengan market share sebesar 43,8%. Penjualan Semen Indonesia dipasar domestik dan ekspor hingga November 2013 mencapai 23,41 juta ton naik 14,6% dibanding tahun sebelumnya sebesar 20,43 juta ton. Untuk ekspor sebesar 317,56 ribu ton ada kenaikan sebesar 335,3% dibanding tahun sebelumnya sebesar 72,95 ribu ton.

Sedangkan penjualan hingga Desember 2013 diperkirakan mencapai 27,95 juta ton. Dengan rincian penjualan Semen Gresik sebesar 13.64 juta ton, semen Padang 7,27 juta ton, Semen Tonasa 6,33 juta ton dan TLCC 2,29 juta ton. (nurul)

Related posts