Investasi Saham di Tahun Kuda Kayu - Sektor Energi dan Barang Konsumen

NERACA

Tahun 2014, perekonomian Indonesia akan menghadapi tantangan besar baik dari kondisi ekonomi global maupun dimulai masa kampanye partai politik berkaitan Pemilu Legislatif dan Pemilihan Presiden RI. Berdasarkan ilmu feng shui, tahun ini dikenal sebagai tahun Kuda Kayu.

Dalam mitos China, kuda dipandang sebagai binatang yang memiliki daya tahan yang sangat kuat, mampu bekerja keras dan memikul beban yang amat berat, mewarisi kekuatan tak kenal lelah, rasa percaya diri yang tinggi dan cinta akan kebebasan.Terkait dengan ekonomi, industri yang diperkirakan memiliki performa bagus adalah industri yang berhubungan dengan air dan berhubungan dengan logam.

Head of Research Asia Financial Network (AFN) Rowena Suryobroto memprediksi, saham sektor energi dan lapis kedua adalah yang paling baik untuk dipilih pelaku pasar di 2014 dan juga akan menjadi mendorong pasar modal Indonesia.

“Saham sektor energi sudah perlu mulai dikoleksi dan dipegang untuk periode jangka menengah dan panjang karena selama tiga tahun terakhir ini telah terdiskon sebesar lebih dari 50% dan sudah berada di bawah harga wajar. Sedangkan saham yang diperkirakan bakal reli adalah saham lapis kedua dan ketiga. Mereka akan ambil peranan lebih ke depan," kata dia.

Menurut Rowena, saham sektor energi cukup menarik lantaran sektor ini telah terdiskon cukup besar sehingga secara jangka panjang, keuntungan yang akan diberikan akan lebih tinggi dari pada banyak sektor lainnya. Hampir semua saham-saham blue Chip di sektor ini dapat dipertimbangkan.

“Sementara untuk sektor saham lain yang menarik untuk dilirik adalah sektor barang konsumen. Meskipun perlu berhati-hati dalam memilih karena banyak yang sudah tinggi, faktor utamanya adalah pendapatan menjelang Pemilu secara historis selalu melonjak,” tambah dia.

Agar investasi saham di 2014 maksimal, kata Rowena, hindari penggunaan rasio P/E dalam menilai suatu saham karena strategi yang diambil perusahaan tersebut atau kondisi yang dilalui emiten pada tahun ini dapat berdampak kepada labanya tahun ini saja (tidak berulang). Gunakan managemen portofolio yang aktif, karena belum ada suatu konsensus jelas kemana arah pasar di 2014 yang diwarnai dengan stimulus The Fed serta Pemilu.

Sebaiknya, sambung dia, investor lebih menggunakan managemen portofolio aktif yaitu mengevaluasi portofolio dalam setiap periode yang lebih pendek serta bagaimana portofolio itu merespon kondisi yang aktual.

“Dan jangan takut berinvestasi. IHSG berada di titik bawah, sementara pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih tinggi daripada banyak negara-negara di dunia. Artinya sebagian besar risiko-risiko sebenarnya telah terdiskon dari penurunan IHSG tersebut,” tutur dia

Related posts