Peluang Bisnis Ayam Pedaging Tetap Terbuka - Persaingan Ketat

Peluang pasar ayam pedaging, memang terbuka lebar. Sebab, permintaan pasar yang cukup kuat, memang sarana distribusi atau tata niaganya tersebar di mana-mana. Mulai dari pasar tradisional, warung-warung pinggir jalan, pedagang sayur keliling hingga supermarket.

Bagi peternak, memasarkan ayam pedagingnya, disamping bisa langsung ke konsumen akhir, bisa juga melalui pedagang pengumpul, pedagang eceran atau lewat pedagang besar. Saluran mana yang dipilih sangat tergantung pada kondisi setempat dan tentunya yang paling menguntungkan.

Dalam menjalankan usaha ayam pedaging termasuk pemasarannya, secara umum terdapat dua jenis pola pengelolaan. Pola tersebut adalah pola pengelolaan secara mandiri atau dalam bentuk plasma-inti.

Dengan pola mandiri, peternak melakukan semua aktivitas usahanya secara sendiri-sendiri tanpa melibatkan pihak lain, sedangkan dalam pola plasma-inti, peternak bekerja sama dengan perusahaan. Dalam hal ini pihak peternak bertindak sebagai plasma, sementara perusahaan sebagai inti.

Sedangkan pola mandiri, para peternak menjalankan aktivitas usahanya menggunakan modal sendiri. Di samping itu penjualan ayam pedaging biasanya ke pedagang pengumpul. Hal ini dilakukan, karena pedagang pengumpul umumnya mengunakan strategi menjemput bola yakni dengan mendatangi para peternak ke rumah-rumah untuk membeli ayam pedaging yang baru dipetik.

Sementara itu, pada pola plasma-inti, segala modal ditanggung oleh perusahaan inti. Sebelum aktivitas dimulai atau di awal-awal kegiatan, pihak perusahaan selaku inti dan peternak selaku plasma menandatangani terlebih dahulu kesepakatan atau kontrak harga jual ayam pedaging ketika panen dilakukan.

Para peternak hanya diminta menyiapkan kandang dan tenaga, sedangkan masalah pemasaran dan lain-lain seperti kebutuhan anak ayam atau, day old chicken (DOC), pakan, sampai obat-obatan menjadi tanggung jawab pihak inti. Setelah ayam pedaging berumur kurang lebih 35-40 hari maka ayam pedaging siap dijual ke pedagang yang ditunjuk oleh pihak inti.

Bentuk kerjasama plasma-inti ini sangat menguntungkan khususnya para peternak yang terbatas pada kemampuan penyediaan modal. Terlebih dalam situasi sulit akibat krisis ekonomi yang berkepanjangan. Melalui kerjasama ini para peternak plasma tidak perlu mengeluarkan modal besar yang selama ini masih merupakan momok utama untuk investasi dalam usaha ayam pedaging. Dengan model plasma-inti, peternak plasma yang umumnya tersebar di berbagai lokasi akan mendapatkan banyak keuntungan.

Related posts