Bank Jateng Diminta Teken Kontrak Politik Perbankan

NERACA

Semarang - Seluruh jajaran direksi baru Bank Jateng diminta untuk menandatangani kontrak politik perbankan dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai bentuk keseriusan dalam melaksanakan tugasnya.

"Saya juga minta mereka mendorong (pengembangan, red.) kredit produktif serta usaha mikro, kecil, dan menengah, termasuk petani dan nelayan," kata Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di Semarang, Jawa Tengah, Senin (30/12).

Hal tersebut disampaikan oleh Ganjar selaku pemegang saham pengendali Bank Jateng usai memimpin rapat umum pemegang saham (RUPS) dan melantik sejumlah direksi bank milik pemerintah provinsi setempat itu.

Dia menerangkan bahwa Direktur Utama Bank Jateng periode 2014--2017 dijabat oleh Supriyatno yang merupakan calon eksternal dari Bank Daerah Istimewa Yogyakarta, Direktur Umum Radjim, Direktur Operasional Bambang Widyanto, Direktur Pemasaran Agung Siswanto, dan Direktur Kepatuhan Rahadi Widayanto.

"Jabatan Komisaris Utama Bank Jateng dijabat oleh Sri Puryono hingga 2015," ujar politikus PDI Perjuangan itu.

Jajaran direksi baru tersebut, kata dia, diharapkan mampu membawa Bank Jateng menjadi daya ungkit perekonomian di provinsi setempat atau dengan kata lain meladeni masyarakat yang bernasib kurang baik.

Ganjar mengungkapkan, dari sepuluh calon anggota direksi Bank Jateng yang diajukan ke Bank Indonesia untuk mengikuti "fit and proper test", satu calon direktur utama dinyatakan lolos, dua calon direktur operasional dan direktur pemasaran lolos, calon direktur kepatuhan lolos satu, dan calon direktur umum tidak ada yang lolos.

Terkait dengan Supriyatno selaku Direktur Utama Bank Jateng terpilih yang masih menjabat sebagai salah satu pejabat tinggi di Bank DIY, Ganjar meminta untuk segera melepas jabatan sebelumnya.

"Yang bersangkutan tinggal mengurus proses administrasi internal saja terkait dengan pengunduran dirinya," katanya. [ant]

BERITA TERKAIT

BI Siapkan Kebutuhan Likuiditas Perbankan di Sumsel Selama Ramadhan

BI Siapkan Kebutuhan Likuiditas Perbankan di Sumsel Selama Ramadhan   NERACA Palembang - Bank Indonesia (BI) kantor perwakilan Provinsi Sumatera Selatan…

Bank Bukopin Siapkan Rp1 Triliun untuk Pembiayaan Kendaraan

    NERACA   Jakarta - PT Bank Bukopin Tbk (Bukopin) menyiapkan kredit modal kerja hingga Rp1 triliun untuk pembiayaan…

Waspadai Kejahatan Keuangan - NICE Actimize Ajak Perbankan Pentingnya Penerapan AML

Perkembangan produk, aktivitas, dan teknologi dalam industri keuangan telah semakin kompleks yang mana meningkatkan peluang pihak-pihak tidak bertanggungjawab menggunakan produk…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Asosiasi Fintech Minta Dapat Kemudahan Akses Data Kependudukan

    NERACA   Jakarta – Industri Finansial Technology (fintech) berharap agar pemerintah bisa mengizinkan usaha fintech bisa mendapatkan akses…

Genjot Kredit KKB, BCA Autoshow Digelar

    NERACA   Jakarta - Inisiatif PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dalam memberikan pelayanan kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan…

Lewat LinkAja, BNI Syariah Incar Fee Based Naik 52%

    NERACA   Jakarta - PT. BNI Syariah mengincar pendapatan berbasis komisi dapat meningkat hingga 52 persen menjadi Rp115…