Cakra Mineral Siapkan Dana Rp500 Miliar - Danai Capex di 2014

NERACA

Jakarta- PT Cakra Mineral Tbk (CKRA) mengaku telah menyiapkan dana belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 500 miliar pada tahun depan. Rencananya, dana tersebut akan digunakan untuk mendukung kinerja perseroan, termasuk sejumlah akusisi yang akan dilakukan.

Sekretaris Perusahaan Cakra Mineral, Dexter Sjarif Putra mengatakan, dana belanja modal antara lain diperoleh dari dana hasil divestasi anak-anak usaha perseroan sebelumnya di bidang perkebunan. Termasuk piutang yang dimiliki Perseroan. "Kami masih punya dana dari hasil divestasi anak-anak usaha sebesar Rp 367,5 miliar. Kekurangannya akan ditambah dari piutang yang kami miliki yang akan cair di awal tahun depan,” katanya di Jakarta, Senin (30/12).

Menurut dia, pihaknya akan mengalokasikan dana tersebut untuk meningkatkan kapasitas produksi pabrik Zircon Perseroan menjadi sebesar 5.000 ton per bulan dari sebelumnya 3.500 ton per bulan. Selain itu, untuk membeli mesin-mesin yang berasal dari China untuk mendukung peningkatan produksi. “Dana yang dibutuhkan untuk pembelian mesin-mesin sekitar US$ 15-20 juta. Dana juga disiapkan untuk mengakuisisi lahan-lahan tambang mineral yang potensial,” jelasnya.

Diketahui, emiten pertambangan mineral ini berniat mengakuisisi 100% saham Dunestone Development S.A (DD), perusahaan terbatas yang didirikan berdasarkan hukum negara British Virgins Island. Perusahaan berencana mengambil alih 100% saham DD dari Rami Sadek M. Kuwatly dengan nilai nominal US$3 juta. Disebutkan bahwa perseroan dan Rami telah menandatangani perjanjian jual beli saham pada 12 Desember 2013.

Adapun transaksi pengambilalihan 100% saham DD disepakati sebesar US$50 juta atau Rp579 miliar. DD merupakan perusahaan yang bergerak di bidang investasi dan perdagangan barang tambang khususnya bijih mineral (mineral ore). Sebelumnya, perseroan telah menyiapkan dana sekitar US$100-150 juta untuk melakukan usaha patungan (joint venture) dengan asing. Kerjasama ini disebutkan untuk mengolah hasil tambangnya yakni bijih besi menjadi Pig Irone. Dengan begitu, perseroan akan membangun smelter untuk mengolah bijih besinya menjadi lebih bernilai di Sumatera Barat.

Menurut Direktur PT Cakra Mineral Tbk Argo trinandityo, dengan kerjasama ini peralatan atau mesin pengolah bijih besi tersebut akan berasal dari Jerman. Adapun kepemilikan sahamnya nanti belum bisa disebutkan. Smelter ini nantinya akan mengolah bijih besi yang akan menghasilkan 90% pig iron dengan kadar bijih besi 55-63 fe.“Kami akan membangun smelter awal tahun 2014, rencana ini juga untuk menyambut kebijakan pemerintah dalam aturan ekspor hasil tambang yang akan berlaku di 2014 nanti”, ungkapnya. (lia)

Related posts