Lagi, BUMI Konversikan Utang Anak Usaha Ke Saham

NERACA

Jakarta- PT Bumi Resources Tbk (BUMI) melalui anak usahanya, PT Citra Prima Sejati menandatangani Agreement on Conversion of Debt into Capital Participation dengan sejumlah perusahaan. Melalui perjanjian tersebut, perseroan mengkonversikan beberapa tagihan menjadi saham atas PT Citra Prima Sejati.

Informasi ini disampaikan Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan PT Bumi Resources Tbk, Dileep Srivastava di Jakarta, Senin (30/12). Disebutkan, sejumlah perusahaan yang terlibat dalam transaksi ini antara lain PT MBH Mininng Resource (MBH Mining), PT Mitra Bisnis Harvest (MBH), dan PT Buana Minera Harvest (BMH).

Transaksi dengan PT MBH Mininng Resource, menurut dia, sehubungan dengan konversi tagihan sebesar Rp338,3 miliar menjadi 676.648 saham baru yang dikeluarkan oleh MBH Mining untuk diambil alih oleh CPS. Dengan demikian, CPS memiliki 99,9% saham yang telah dikeluarkan oleh MBH Mining.

Selain itu, perseroan juga mengkonversikan tagihan PT Mitra Bisnis Harvest sebesar Rp320,2 miliar menjadi 320.202 saham baru yang dikeluarkan oleh MBH. Sejumlah saham tersebut selanjutnya diambil alih oleh CPS sehingga CPS memiliki 99,7% saham yang telah dikeluarkan oleh MBH. Adapun dengan PT Buana Minera Harvest (BMH), jumlah tagihan yang dikonversikan menjadi lembar saham baru yaitu sebesar Rp596,3 miliar.

Dari jumlah tersebut, dikonversikan menjadi 1.192.632 saham baru yang dikeluarkan oleh BMH untuk diambil oleh CPS sehingga CPS memiliki 99,9% saham yang telah dikeluarkan BMH. “Pembayaran harga pembelian dalam transaksi tersebut dilakukan dengan cara tunai, konversi atas tagihan atau dengan cara lain sesuai dengan ketentuan yang berlaku.” jelas Dileep.

Dia menegaskan, perseroan memiliki 99,75% dari saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh PT Citra Prima Sejati. Penandatangan persetujuan atas transaksi ini seluruhnya telah dilakukan perseroan pada 28 November 2013. Transaksi ini dinilai tidak termasuk dalam transaksi material sebagaimana dalam peraturan Bapepam LK No. IX.E.2 tentang transaksi material dan perubahan kegiatan usaha utama. Juga tidak termasuk transaksi afiliasi yang memiliki benturan kepentingan sebagaimana peraturan Bapepam LK No. IX.E.1.

Asal tahu saja, selain transaksi tersebut, manajemen BUMI belum lama ini menyepakati perjanjian baru terkait pelunasan utangnya dengan pihak PT China Investment Corporation Ltd (CIC). Disepakati, pelunasan utang perseroan akan dilakukan dengan mengkonversikan nilai utang menjadi saham. Skema tersebut yaitu untuk 42% saham milik perseroan di PT Bumi Resources Minerals (BRMS) sebesar US$257 juta atau Rp268 per saham, dan 19% kepemilikan saham perseroan di PT Kaltim Prima Coal (KPC) sebesar US$950 juta. Selain itu perseroan juga akan mengeluarkan saham baru (rights issue) senilai US$150 juta.

Dengan begitu, penerimaan CIC adalah sebesar US$1.357 juta dari yang seharusnya diterima CIC untuk pembayaran utang pokok plus beban bunga (Agustus-November 2013) sebesar US$1.787 juta. Sehingga sisa utang yang dicatatkan sebesar US$430 juta. (lia)

Related posts