AKR Corporindo Suntik Modal Anak Usaha - Nilainya Sekitar Rp230,45 Miliar

NERACA

Jakarta- PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) memperkuat modal anak usahanya, AKR Coal menjadi Rp230,45 miliar dari semula sebesar Rp139,8 miliar. Hal ini dilakukan seiring persetujuan pemegang saham PT Anugrah Karya Raya (AKR Coal), yaitu perseroan dan PT Pundi Prima Investama (PPI) pada 26 Desember 2013.

Direktur AKR Corporindo, Suresh Vembu mengatakan, dari jumlah tersebut, sebesar Rp90,65 miliar diambil bagian serta disetor penuh seluruhnya oleh perseroan. Dengan adanya peningkatan modal tersebut diharapkan dapat menopang kinerja perseroan ke depan. “Dana yang diperoleh AKR Coal akan digunakan untuk menunjang kegiatan usaha.” katanya di Jakarta, Senin (30/12).

Dengan begitu, sambung dia, kepemilikan saham perseroan pada AKR Coal sebesar 96,75%, sedang kepemilikan saham PT Pundi Prima Investama (PPI) sebesar 3,25%. Diketahui, PT AKR Corporindo memasuki bisnis pertambangan dan infrastruktur batubara dengan mengakuisisi 87,5% saham di PT Anugrah Karya Raya (AKR Coal).

AKR Coal merupakan perusahaan pertambangan dan perdagangan batubara yang menguasai lima konsesi tambang batubara seluas 24.388 ha di Muara Teweh, Barito Utara, Kalimantan Tengah. Selain di bisnis tambang, AKRA memiliki bisnis inti di bidang distribusi dan perdagangan bahan bakar minyak dan kimia dasar di Indonesia. Selain itu, juga terlibat dalam bidang usaha logistik, pabrikan, serta pengembang kawasan industri dan jasa pelabuhan.

Untuk meningkatkan kinerjanya, perseroan melakukan pengembangan usaha ke China dengan mengakuisisi saham pengendali di perusahaan yang memproduksi sorbitol dan jasa pelabuhan sungai untuk kontainer dan komoditas curah di China Selatan.

Sementara hingga September 2013, perusahaan penyalur distribusi BBM non subsidi dan bahan kimia ini mencatatkan laba periode berjalan naik 9,01% menjadi Rp 500,99 miliar dari periode sama tahun sebelumnya Rp 459,54 miliar. Pendapatan perseroan turun tipis 0,81% menjadi Rp 16,17 triliun hingga September 2013 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 16,3 triliun.

Margin bersih perseroan naik menjadi 3,09% pada kuartal ketiga 2013 dari periode sama tahun 2012 sebesar 2,81%. Adapun beban pokok penjualan dan pendapatan turun menjadi Rp 15,2 triliun hingga September 2013. Laba kotor pun naik menjadi Rp 967,57 miliar hingga September 2013 dari posisi sama tahun 2012 senilai Rp 908,53 miliar.

Selain itu, perseroan juga mengalami kenaikan beban usaha. Beban umum dan administrasi perseroan naik menjadi Rp 318,47 miliar hingga September 2013. Beban penjualan meningkat menjadi Rp 66,4 miliar hingga sembilan bulan pertama tahun 2013. Meski demikian perseroan mencatatkan kenaikan laba selisih kurs menjadi Rp 12,81 miliar hingga September 2013 dari posisi sama tahun 2012 senilai Rp 10,48 miliar. (lia)

Related posts