Kimia Farma Siap Layani Pasien BPJS - Perbanyak Apotek dan Klinik

NERACA

Jakarta –Mulai beroperasinya Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial pada awal tahun 2014 sebagai amanat dari konstitusi, perusahaan farmasi PT Kimia Farma Tbk (KAEF) menyatakan siap melayani seluruh peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) per 1 Januari 2014.

‪Direktur Utama Kimia Farma Rusdi Rosman mengatakan, ini merupakan salah satu bentuk partisipasi aktif dan dukungan terhadap program pemerintah di dalam pemberlakuan Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN), “Komitmen kita mendukung BPJS sudah dilakukan pada tahun 2013 dengan mendirikan 100 apotek baru dan 100 klinik baru di seluruh Indonesia,”ujarnya dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (30/12).

Kini perseroan telah memiliki lebih dari 500 apotek dan 200 klinik yang siap melayani seluruh peserta BPJS yang akan diimplementasikan pada 1 Januari 2014 mendatang, sehingga pada tahun 2018, emiten pelat merah ini akan memiliki 1000-an apotek dan klinik sebagaimana telah dicanangkan sejak 2011.

Disebutkan, Kimia Farma melalui anak perusahaannya PT Kimia Farma Apotek juga terus mengembangkan bisnis dengan memperkuat jaringan layanan ritel farmasi dengan konsep layanan ritel farmasi One Stop Health Care Solution (OSHcS) dan layanan kesehatan terpadu mulai dari layanan klinik, laboratorium klinik, apotek dan kesehatan lainnya.

Menurut Rusdi, langkah-langkah tersebut merupakan strategi KAEF untuk terus meningkatkan market share dalam upaya memenangkan persaingan yang semakin ketat dengan total jumlah apotek seluruh Indonesia saat ini mencapai 26.451 apotek.

Dia melanjutkan, Kimia Farma juga fokus menjadi penyedia layanan kesehatan untuk peserta BPJS. Kesiapan tersebut, antara lain melalui ketersediaan produk-produk yang terjamin kualitas dan mutunya, kontinuitas produk melalui proses pendistribusian hingga ke pelosok daerah dan juga sebaran layanan kesehatan di seluruh daerah.

Saat ini, ujar Rusdi, Kimia Farma juga sudah menyiapkan sistem informasi yang terintegrasi yang dapat mengelola data base peserta BPJS, sehingga memudahkan dalam pelayanan dan monitoring peserta yang berobat ke seluruh jaringan klinik–klinik kesehatan Kimia Farma.

Dia mengungkapkan, perseroan akan terus membangun jaringan layanan kesehatan khususnya di daerah Indonesia Timur mengingat potensinya yang masih cukup besar dan tingkat pertumbuhan ekonomi yang cukup menggembirakan. Hingga akhir tahun ini, pihaknya telah memiliki 512 Apotek, 200 klinik dan 35 laboratorium klinik dan akan terus dikembangkan hingga mencapai 1000 klinik.

Sebagai informasi, PT Kimia Farma Tbk berencana membangun satu unit pabrik obat baru guna meningkatkan kapasitas produksi obatnya guna mensukseskannya Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) awal tahun depan. Disebutkan, total investasi yang disiapkan untuk mengembangan pabrik baru di kawasan Banjaran, Bandung, Jawa Barat ini sekitar Rp 300 miliar. (bani)

Related posts