IHSG Siap Melaju Kencang Awali Tahun 2014

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) akhir tahun 2013, indeks harga saham gabungan (IHSG) berhasil ditutup menguat 61,197 poin (1,45%) ke level 4.274,177, Sementara Indeks LQ45 ditutup melaju 9,653 poin (1,38%) ke level 711,135. Jelang penutupan perdagangan aksi beli semakin ramai, terlihat dari grafik indeks tiba-tiba melesat. Investor domestik yang tidak terlalu semangat pun mulai melirik saham-saham yang potensial.

Sebagai informasi, akhir tahun lalu IHSG menanjak 34,826 poin (0,81%) ke level 4.316,687. Dengan posisi penutupan perdagangan Senin awal pekan kemarin, maka IHSG tumbuh minus 0,98% selama 2013. Berikutnya, indeks BEI pada pembukaan perdagangan pasar tahun 2014, pada Kamis 2 Januari, diproyeksikan akan terus melajut kencang dengan semangat baru.

Hal inipula yang menjadi harapan Ketua Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D. Hadad, pada tahun 2014 diharapkan kinerja pasar modal Indonesia bisa lebih meningkat lagi, jika dibandingkan perolehan kinerja pasar modal Indonesia pada tahun sebelumnya.

Untuk itu, langkah peningkatan harus ditingkatkan kembali, agar stimulus dan respon positif bisa diraih kembali pada tahun depan, “Saya berharap dan yakin bisa bekerja lebih keras lagi, sehingga pasar modal Indonesia bisa lebih berkembang untuk mendorong ekonomi nasional," ujarnya.

Perdagangan Senin awal pekan kemarin, aksi beli didominasi investor asing. Transaksi asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 689,47 miliar di seluruh pasar. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 83.008 kali pada volume 4,951 miliar lembar saham senilai Rp 4,118 triliun. Sebanyak 174 saham naik, sisanya 92 saham turun, dan 97 saham stagnan. Mayoritas bursa-bursa di Asia masih bertahan di zona hijau meski sudah sedikit melambat diakhir perdagangan. Bursa saham China jatuh ke zona merah gara-gara aksi jual saham.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Delta Jakarta (DLTA) naik Rp 20.000 ke Rp 380.000, Merck (MERK) naik Rp 9.000 ke Rp 189.000, Mayora (MYOR) naik Rp 3.500 ke Rp 26.000, dan SMART (SMAR) naik Rp 900 ke Rp 7.850. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Unilever (UNVR) turun Rp 600 ke Rp 26.000, Adira Finance (ADMF) turun Rp 300 ke Rp 8.100, Lippo Insurance (LPGI) turun Rp 125 ke Rp 3.275, dan Resources Alam (KKGI) turun Rp 125 ke Rp 2.050.

Perdagangan pada sesi pertama, indeks BEI ditutup menguat 32,565 poin (0,77%) ke level 4.245,545. Sementara Indeks LQ45 melaju 6,924 poin (0,99%) ke level 708,406. Perburuan saham oleh investor sempat melambungkan indeks hingga ke posisi tertingginya di 4.260,558. Seluruh lapisan saham jadi sasaran aksi beli, membuat indeks sektoral di lantai bursa kompak menguat.

Perdagangan berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 40.955 kali pada volume 2,286 miliar lembar saham senilai Rp 1,904 triliun. Sebanyak 136 saham naik, sisanya 71 saham turun, dan 99 saham stagnan. Bursa-bursa regional masih kompak menguat di zona hijau sejak dibuka awal perdagangan. Jelang tutup tahun pelaku pasar regional semangat berburu saham.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Mayora (MYOR) naik Rp 2.950 ke Rp 25.450, SMART (SMAR) naik Rp 300 ke Rp 7.250, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 250 ke Rp 41.500, dan Astra Internasional (ASII) naik Rp 200 ke Rp 6.800. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Bank Mega (MEGA) turun Rp 150 ke Rp 1.900, Unilever (UNVR) turun Rp 100 ke Rp 26.500, United Tractor (UNTR) turun Rp 100 ke Rp 18.650, dan HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 100 ke Rp 62.400.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka menguat 27,41 poin atau 0,65% dibanding penutupan pekan lalu menjadi 4.240,39. Sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 7,06 poin (1,01%) ke posisi 708,54,”Laju positif dari bursa saham regional menjadi salah satu faktor penyangga IHSG BEI dapat bertahan di area positif pada terakhir perdagangan di tahun 2013," kata Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada.

Meski demikian, lanjut dia, penguatan indeks BEI diperkirakan terbatas menyusul sebagian pelaku pasar masih menanti data-data ekonomi domestik yang akan dirilis setelah libur tahun baru dan nilai tukar rupiah yang cenderung masih dalam tren negatif.

Sementara itu Head of Research Valbury Asia Securities, Alfiansyah menambahkan jika merujuk pada data atau catatan perdagangan pada hari terakhir penutupan tahun, dalam lima tahun terakhir, IHSG selalu mengalami kenaikan,”Dengan berasumsi pada data historis itu maka probabilitas kenaikan IHSG pada penutupan akhir tahun 2013 lebih besar dibandingkan dengan peluang pelemahannya,”tuturnya.

Namun, lanjut dia, peluang kenaikan indeks BEI perlu mendapat dukungan positif dari pasar, mengingat potensi koreksi juga masih cukup terbuka. Tercatat bursa regional, diantaranya indeks Hang Seng dibuka menguat 41,66 poin (0,18%) ke posisi 23.284,90, indeks Nikkei-225 naik 50,54 poin (0,31%) ke 16.229,82 dan Straits Times menguat 11,98 poin (0,37%) ke posisi 3.161,04. (bani)

Related posts