Sequislife Sebar 1000 kaki palsu - Langkah & Semangat Baru Untuk Hari Esok Lebih Baik

NERACA

Sepanjang 2013, PT. Asuransi Jiwa Sequislife telah melaksanakan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR ) melalui “From Disable to The Able” yaitu program mendonasikan 1000 kaki palsu kepada yang membutuhkan dengan menggandeng Yayasan Penyandang Tuna Daksa (YPTD). Program itu diadakan di berbagai kota di Indonesia seperti Jakarta, Bogor, Tangerang, Cirebon, Bandung, Aceh, dan Palembang.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penyandang Tunadaksa di Indonesia merupakan yang tertinggi jika dibandingkan dengan penyandang disabilitas lainnya, yaitu sebesar 33,75%.

Melihat angka yang begitu besar, Sequislife mendukung para penyandang Tunadaksa agar dapat mempunyai hak yang sama sehingga bisa kembali berkarya bagi dirinya sendiri dan lingkungannya serta dapat dihargai oleh orang lain. Tujuan CSR Sequislife yang terintegrasi tesebut untuk mewujudnyatakan hari esok yang lebih baik khususnya bagi orang-orang yang memiliki keterbatasan fisik dan finansial.

“Kami terus berkomitmen pada tujuan dasar pendirian Sequislife- For A Better Tomorrow, untuk melayani masyarakat Indonesia agar dapat meraih hari esok yang lebih baik. Kami berupaya membuka peluang kepada penerima kaki palsu agar mereka dapat meraih masa depan," kata Director & Chief Agency Officer Sequislife Edisjah beberapa waktu lalu. CSR donasi 1000 kaki palsu ini merupakan bagian dari komitmen tersebut.

Kegiatan yang telah berlangsung sejak bulan Januari 2013 lalu ini ditutup dengan simbolisasi pemasangan kaki ke 1.000 kepada Antoni, warga jalan Kebon Kacang Tanah Abang Jakarta yang kakinya harus diamputasi karena jatuh dari kereta api.

”Sejak kaki saya diamputasi, saya hanya bisa berdagang kecil-kecilan di rumah. Pada waktu membaca salah satu surat kabar tentang pemberian kaki palsu gratis dari Sequislife, saya segera menghubungi YPTD, mudah-mudahan setelah mendapatkan kaki palsu, saya bisa bekerja,” ujar Anton

Simbolisasi dilakukan oleh Tatang Widjaya, President Director & CEO Sequislife melalui kegiatan gathering dengan topik “ Langkah dan Semangat Baru Untuk Hari Esok Lebih Baik” yang dihadiri sejumlah penerima kaki palsu.

“Keberhasilan Sequislife dalam mendonasikan 1000 kaki palsu sepanjang 2013 ini merupakan indikator tingginya jumlah tuna daksa di Indonesia yang membutuhkan bantuan. Untuk itu kami bermaksud untuk melanjutkan kegiatan ini di tahun 2014,” kata Edisjah.

Dalam presentasinya ‘What An External Lower Limb Prosthesis Means?’, Advisor of Yayasan Peduli Tuna Daksa, Oliver Yves Marie mengatakan, prosthesis dapat digunakan karena amputasi akibat kecelakaan atau penyakit dan karena cacat lahir. Prosthesis yang diberikan oleh Yayasan Peduli Tuna Daksa dapat digunakan oleh tuna daksa seperti layaknya aktifitas normal.

“Namun socket prosthesis harus pas atau tidak longgar, jika tidak dapat menyebabkan lecet pada tunggul kaki. Selain itu, penggunaan prosthesis diharapkan dapat memperhatikan cara perawatan dan kebersihan,” tambah Oliver

Related posts