Shell Indonesia Dukung Bank Sampah Depok (BSD) - Atasi Sampah di Depok

NERACA

Melalui program Supel (Shell Untuk Pelestarian Lingkungan), PT Shell Indonesia bekerjasama dengan Yayasan Semai Karakter Bangsa, pengelola Bank Sampah Depok (BSD), membantu masyarakat Depok menangani sampahnya. Diharapkan pada 2014, sebanyak 2000 unit Bank Sampah dapat berdiri di Depok.

Retail Network Delivery Manager, PTShell Indonesia, Iwan Salim mengatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen Shell untuk memberikan manfaat bagi masyarakat Depok melalui program investasi sosialnya, antara lain melalui program pemeliharaan lingkungan.

“Sampah merupakan salah satu masalah terberat yang dihadapi Kota Depok, dan kami ingin membantu masyarakat menanggulanginya sebagaimana kami membantu masyarakat di sekitar lokasi kami yang lain," jelas Iwan Salim. Program bank sampah ini, kata dia, merupakan prakarsa nyata untuk mengelola sampah sekaligus memberi nilai ekonomis pada kegiatan tersebut yang langsung dapat dinikmati warga.

Saat ini, sebanyak 900 ton sampah setiap harinya terkumpul dari 11 kecamatan yang ada di wilayah Depok. Pihak Pemerintah Kota Depok sendiri hanya mampu mengatasi kurang dari setengahnya. Sisanya masih dibuang secara sembarangan dibanyak tempat seperti sungai-sungai, lahan-lahan kosong dan di jalan-jalan.

“Hal ini seharusnya tidak terjadi. Undang-Undang No.18 Tahun 2008 tentang Persampahan menyatakan kita sebagai penghasil sampah wajib mengolah sampah kita sendiri. Karenanya, komunitas bank sampah di lingkungan Depok berusaha untuk aktif mengedukasi dan menggerakkan masyarakat untuk dapat mengolah sampahnya sendiri hingga tidak perlu dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA),” kata Isnarto, yang mendirikan Bank Sampah Depok di tahun 2011.

Pria yang bercita-cita mengembangkan wisata berbasis pengolahan sampah, penghijauan dan pertanian ini mengungkapkan bahwa pada saat ini jangkauan BSD baru mencakup 5 kecamatan di Depok dengan 4.500 nasabah (4.500 Kepala Keluarga).

“Kami berharap tambahan sarana dan prasarana dari pihak Shell Indonesia ini akan bisa menambah kinerja pengelolaan sampah oleh BSD di Depok sehingga aspirasi kami untuk dapat membangun 2000 bank sampah pada tahun 2014 dapat tercapai,” tambah Isnarto yang juga bercita-cita mengembangkan berbagai industri kreatif yang melibatkan warga sekitar, serta menyelenggarakan berbagai kursus pengolahan limbah.

Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail mengapresiasi dukungan PT Shell Indonesia bagi kegiatan BSD untuk mengatasi masalah sampah di Depok. Waliota meyakini program itu juga akan membawa perbaikan lingkungan serta menyumbang pada kesejahteraan masyarakat Depok. “Partisipasi Shell sangat membantu tugas Pemkot dalam menangani sampah di Depok secara terpadu dengan melibatkan masyarakat. Langkah terobosan ini diharapkan dapat diikuti perusahaan lainnya, sehingga Depok yang bersih dan nyaman semakin cepat terwujud,” ujar dia.

Selain di Depok, program Shell terseut juga dilakukan di Surabaya dan Jakarta. Di Surabaya Shell Indonesia bekerjasama dengan Pusdakota (Pusat Pemberdayaan Masyarakat Kota) dan Pemkot Surabaya membantu pendirian Bank Sampah di desa Panjang Jiwo (Prapen), dan di desa Babatan dan Lontar (wilayah Pakuwon). Di Radio Dalam, Jakarta, Shell juga melakukan pengolahan sampah menjadi kompos, dan pembuatan biopori untuk mencegah banjir. Program itu diagrap bareng bersama Universitas Islam Negeri (UIN).

Related posts