Fonterra Brands Indonesia Dukung Komitmen Bebas Osteoporosis

NERACA

Prevalensi osteoporosis di Indonesia cukup tinggi, yaitu mencapai 2 dari 5 orang yang berisiko terkena osteoporosis. Fonterra Brands Indonesia melalui Anlene™ berkomitmen untuk mengedukasi masyarakat Indonesia mengenai osteoporosis dan pencegahannya.

“Edukasi untuk bergerak dan mengkonsumsi makanan dan minuman berkalsium tinggi dan bernutrisi demi hidup aktif dan bebas osteoporosis. Semua hal ini kami realisasikan melalui kampanye Generasi Bergerak 2 Minggu Untuk Indonesia Lebih Kuat,” tutur Direktur Pemasaran PT Fonterra Brands Indonesia Vienno Monintja.

Menurut dia, kampanye ini merupakan platform dalam upaya mengedukasi masyarakat Indonesia tentang osteoporosis. Salah satunya dengan ikut berpartisipasi dalam program 'Komitmen Menuju Surabaya Bebas Osteoporosis' bersama Pemerintah Jawa Timur.

Sebelumnya program serupa sudah dilakukan di DKI Jakarta dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). "Kami bersama-sama ingin menjadikan Indonesia hidup lebih sehat dan kuat, bebas dari osteoporosis di masa mendatang," tuturnya.

Vienno menjelaskan, Komitmen Menuju Surabaya Bebas Osteoporosis merupakan proyek percontohan dari komitmen lokal untuk program pencegahan osteoporosis, yang diharapkan dapat menjadi acuan bagi daerah lain.

Program Komitmen Menuju Surabaya Bebas Osteoporosis meliputi kegiatan pelatihan bagi tenaga medis di bawah koordinasi Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur dan Tim Penggerak PKK Provinsi & Kota di 20 kelurahan di kota Surabaya. Program itu akan dilaksanakan pada Januari 2014 diikuti oleh 100 dokter dari 20 Puskesmas di kota Surabaya dan 100 kader PKK dari tingkat provinsi sampai kelurahan di kota Surabaya.

Selain itu akan diadakan pula Lomba Kelurahan Peduli Pencegahan Osteoporosis yang akan dilaksanakan bulan Januari hingga Juni 2014. Fonterra Brands Indonesia mendukung penuh program tersebut bekerjasama dengan Perosi dan Perwatusi. “Salah satu yang melatarbelakangi kampanye Generasi Bergerak 2 Minggu untuk Indonesia Lebih Kuat adalah riset terbaru yang menemukan bahwa perempuan Indonesia masih belum memiliki pengetahuan dan gaya hidup yang bisa menjadi contoh anggota keluarga,” tuturnya.

Oleh karenanya, untuk membangun Indonesia yang lebih kuat, dibutuhkan generasi yang kuat, dan Ibu merupakan penggerak pencegahan osteoporosis. Sehingga, kampanye ini fokus pada edukasi dan pemberdayaan perempuan yang diimplementasikan dalam program pemberdayaan kader PKK Surabaya.

Related posts