JORR W2 Diharapkan Dapat Tekan Kemacetan - 1 Januari Tarif Resmi Berlaku

NERACA

Jakarta - Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road West 2 (JORR W2) Utara jalur Kebon Jeruk-Ciledug resmi dioperasikan pada Jumat (27/12) pekan lalu. Pengoperasian jalan tol yang menelan investasi sebesar Rp2,22 triliun tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas jaringan jalan di wilayah Jabodetabek melalui skema Kerja sama Pemerintah-Swasta (KPS).

Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto, menjelaskan penerapan skema KPS dalam pembangunan infrastruktur jalan tol terbukti dapat mendorong peningkatan laju pembangunan infrastruktur jalan. Dia berharap implementasi skema KPS dapat mengejar ketertinggalan pembangunan infrastruktur, sehingga mendorong peningkatan daya saing.

Hal ini perlu didukung dengan penyiapan proyek KPS yang baik, sehingga dapat menarik badan usaha dan perbankan merasa nyaman untuk mendanai proyek tersebut. Untuk ruas tol baru ini tarif yang dikenakan untuk kendaraan yang melintas untuk Golongan I adalah sebesar Rp3.500. Tarif berlaku mulai 1 Januari 2014 pukul 00.00 WIB.

Tol JORR W2 Utara ini secara keseluruhan memiliki panjang 7,87 kilometer dari Kebon Jeruk hingga Ulujami. Namun yang akan mulai beroperasi sepanjang 5,73 kilometer (Kebun Jeruk-Ciledug). Jalan tol ini memiliki tiga akses keluar/masuk yaitu di Meruya, Joglo dan Ciledug.

Oleh sebab itu, Kementerian Pekerjaan Umum berharap kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk dapat menyelesaikan pembebasan sembilan bidang tanah yang tersisa sehingga konstruksi dapat rampung pada pertengahan 2014 mendatang.

Secara keseluruhan tanah yang dibebaskan untuk JORR W2 Utara seluas 56,98 hektar dengan dana pembebasan senilai Rp610 miliar. Djoko Kirmanto menambahkan, apabila seluruh tol ini telah tersambung maka kemacetan di tol dalam kota bisa dikurangi sekitar 30%. Pasalnya, kendaraan dari arah Bogor, Depok, Bekasi, yang akan ke Bandara Soekarno-Hatta atau Tangerang dan sekitarnya tidak perlu lagi masuk ke Tol Dalam Kota tetapi bisa melalui JORR.

Kerja sama sindikasi

Sementara itu, PT Bank Mandiri Tbk, bank pelat merah yang mengelola electronic toll card (e-toll card), melakukan kredit sindikasi bersama PT Bank DKI senilai Rp1,55 triliun untuk pembangunan proyek jalan tol Jakarta Outer Ring Road West 2 (JORR W2) yang dikerjakan oleh PT Marga Lingkar Jakarta (MLJ).

Dalam sindikasi tersebut, porsi kredit yang disalurkan Bank Mandiri sebesar Rp1,4 triliun dan Bank DKI Rp150 miliar. Wakil Direktur Utama Bank Mandiri, Riswinandi, menuturkan bahwa kredit Investasi berjangka waktu 15 tahun tersebut digunakan untuk pembangunan ruas tol Kebon jeruk – Ulujami sepanjang 7,87 kilometer.

Ruas tol tersebut juga sudah dapat dilalui kendaraan. Untuk mempercepat transaksi pembayaran tol, pada ruas tol JORR W2 yang dikelola PT Marga Lingkar Jakarta ini, pengguna jalan tol dapat menggunakan kartu e-money Bank Mandiri untuk pembayaran tol.

“E-toll card Bank Mandiri yang peredarannya telah mencapai lebih dari 3,4 juta kartu sampai November 2013 itu telah digunakan untuk 93 juta transaksi pembayaran tol dengan nilai transaksi mencapai Rp540 miliar,” jelas dia. Sepanjang 2013, Bank Mandiri telah mengucurkan kredit sebesar Rp10,9 triliun untuk mendukung pembangunan jalan tol. Berdasarkan data, sebesar Rp7,4 triliun dialokasikan untuk pembangunan tujuh ruas tol di wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten, sebesar Rp1,8 triliun untuk membangun satu ruas tol di Jawa Tengah, Rp1,2 triliun untuk membangun dua ruas tol di Jawa Timur dan sebesar Rp445 miliar dialokasikan untuk mendukung pembangunan jalan tol melewati laut di Bali. [nurul/ardi]

Related posts