PNM Kembangkan Klaster Usaha Ikan Hias

NERACA

Depok - PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM mengembangkan klaster usaha budi daya ikan hias di Desa Curug, Depok, sebagai tindaklanjut kerjasama dengan Japan External Trade Organization (Jetro). Untuk tahap awal, PNM menyelenggarakan pelatihan dan pembinaan secara berkelanjutan kepada sekitar 100 pengusaha ikan hias skala mikro, kecil dan menengah, yang sebagian besar merupakan nasabah Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM).

Pemimpin PNM Cabang Jakarta yang membawahi wilayah operasional Jabodetabek, Prasetya Heru Wahono menjelaskan usaha budi daya ikan hias merupakan salah satu sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang berkembang pesat di wilayah Depok dan sekitarnya. Aktivitas para pembudidaya ikan hias tersebut juga memberikan kontribusi positif terhadap kinerja pembiayaan mikro PNM, baik di tingkat lokal maupun nasional.

“Karenanya kami punya kepentingan untuk melakukan pembinaan dan pengembangan kapasitas usaha ikan hias secara terpusat di wilayah Depok sehingga lebih efisien dan efektif,” kata dia pada acara Soft Launching Program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Klasterisasi Industri Ikan Hias di Desa Curug, Bojongsari, Depok, Sabtu (28/12) pekan lalu.

Menurut Prasetya, PKU klasterisasi budi daya ikan hias akan dilakukan secara berseri, mulai dari pelatihan motivasi dan kewirausahaan, pengelolaan keuangan secara sederhana, workshop tata niaga ekspor, manajemen pemasaran online hingga pemberian bantuan asset tepat guna.“Melalui kegiatan PKU semacam ini PNM juga ikut mendukung program Pemerintah dalam penciptaan lapangan kerja, pengentasan kemiskinan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar dia.

Sebagai informasi, sejak memulai operasional bisnis ULaMM di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) pada 25 Agustus 2008, PNM Cabang Jakarta hingga November 2013 telah menyalurkan pembiayaan mikro sebesar Rp765,22 miliar kepada 11.779 pelaku UMKM.

Executive Vice President PNM, Arief Mulyadi mengatakan sejak awal didirikan pada Juni 1999, PNM telah menunjukan komitmen kuat dalam mendukung pengembangan UMKM di Tanah Air. Hal itu tercermin dari intensitas pelatihan dan pembinaan UMKM yang sejak Januari 2013 hingga saat ini telah mencapai 175 kali di seluruh Indonesia, dengan total penerima manfaat lebih dari 9.000 pelaku UMKM.

“Bahkan kami telah menjalin kerjasama dengan Jetro untuk bisa meningkatkan apasitas UMKM kita agar bisa memenuhi permintaan dan standar pasar Jepang,” jelas dia.

Jetro atau Japan External Trade Organization merupakan lembaga bentukan Pemerintah Jepang yang mengemban misi melakukan promosi dagang dan investasi lintas Negara. PNM dan Jetro resmi menyepakati kerjasama pada Kamis, 19 Desember 2013, dengan ditandatanganinya nota kesepahaman oleh Dirut PNM Parman Nataatmadja dan Presiden Direktur Jetro Kenichi Tomiyoshi. Acara tersebut juga disaksikan oleh Mantan Perdana Menteri Jepang Yasuo Fukuda dan Ketua Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Jepang (PPIJ) Rachmat Gobel.

PT.Permodalan Nasional Madani (Persero), sebuah Lembaga Keuangan Khusus yang sahamnya 100% milik Pemerintah. Tugas utama PNM adalah memberikan solusi pembiayaan pada Usaha Mikro, Kecil, Menengah, dan Koperasi (UMKMK) dengan kemampuan yang ada berdasarkan kelayakan usaha serta prinsip ekonomi pasar.

Sejak Juli 2013, PNM resmi di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai Lembaga Keuangan Khusus, Sektor Lembaga Jasa Keuangan Lainnya. PNM juga tunduk terhadap aturan pasar modal sebagai emiten Obligasi. PNM telah dua kali menerbitkan obligasi, Obligasi I PNM 2012 sebesar Rp500 miliar, dan Obligasi II PNM 2013 sebesar Rp1 triliun.

Dengan dukungan Pemerintah dan seluruh masyarakat Indonesia, PNM dikelola dengan prinsip-prinsip profesionalisme, transparansi, dan good corporate governance siap melangkah memasuki era Indonesia Baru, menuju masyarakat Madani yang dicita-citakan. [mohar]

Related posts