Rana Suparman Dilantik Menjadi Ketua DPRD - Kabupaten Kuningan

Kuningan – Rana Suparman dari Fraksi PDIP direkomendasi DPP PDIP sebagai Ketua DPRD Kuningan Pergantian Antar Waktu (PAW) periode 2009-2014 dari posisi H. Acep Purnama yang terpilih sebagai Wakil Bupati periode 2013-2018.

Pelantikan Ketua DPRD tersebut memang terlambat dari waktu kekosongan sejak H. Acep Purnama ditetapkan sebagai pasangan terpilih. Perjalanan politik pun bukan sekedar pada pertarungan bupati dan wakil bupati saja, namun pada penetapan PAW Ketua DPRD pun cukup kental nuansa internal politiknya.

Para kandidat yang diajukan ke DPP untuk menempati posisi ketua, masing-masing mempunyai strategi tersendiri untuk menjadikan dirinya sebagai ketua, kendati hanya mendudukinya sekitar empat bulan. Dari beberapa kandidat pun, hanya dua yang lolos oleh DPC PDIP Kuningan, yaitu Rana Suparman dan Nuzul Rachdy. Ke-duanya memang kandidat kuat, muda dan mempunyai pengalaman politik yang cukup di DPC PDIP.

Keterlambatan dalam menentukan keputusan terhadap dua kandidat itu juga disinyalir kuat nuansa politik internalnya cukup kuat, bahkan di Kuningan sendiri perebutan itu cukup hangat dan cukup disoroti banyak pihak, hingga akhirnya DPP mengeluarkan keputusan kepada Rana Suparman untuk PAW Ketua DPRD.

Rana Suparman memaparkan berbagai ungkapan yang ditulis sejumlah tokoh internasional termasuk mengungkap naskah pidato Bung Karno seputar “Jas Merah”. Rana sangat mengidolakan Bung Karno, dan dia termasuk salah satu anggota dari PDIP yang kerap meniru penampilan Soekarno.

“Seorang pemimpin harus memiliki integritas, keberanian, ketabahan, kekuatan, kepercayaan. Pemimpin pada saat ini selalu diuji oleh keberanian menghadapi masalah yang ada di depannnya tanpa mengeluh. Setiap kebijakan yang telah dibuat, sudah sepantasnya dipertanggungjawabkan kepada publik secara fair dan berani,” paparnya yang juga diutarakan dalam sambutan pelantikan.

Sementara itu, masa pengabdian legislatif akan berakhir pada April 2014. Sejak beberapa bulan terakhir, para anggota dewan yang akan mencalonkan kembali sibuk mengkampanyekan dirinya, dan sudah tidak penuh menjalankan fungsinya sebagai anggota legislatif. Banyak diantaranya yang mangkir kerja, karena sedang berkampanye dan sibuk ‘merayu’ rakyat supaya memilihnya kembali.

Related posts