Link Net Pastikan Go Public Kuartal Pertama

Setelah mengalami penundaan, PT First Media Tbk (KLBV) memastikan akan membawa anak usahanya, PT Link Net untuk melaksanakan penawaran saham umum perdana (Initial Public Offering/IPO) pada tahun depan. Bahkan, pelaksanaan penawaran sahamnya diperkirakan dapat dilaksanakan sebelum akhir kuartal pertama 2014.

Direktur PT First Media Tbk, Dicky Setiadi Moechtar mengatakan, dalam proses pelaksanaan penawaran sahamnya, Link Net menggunakan buku keuangan September 2013, dari sebelumnya menggunakan buku Maret 2013. “Sehingga sebelum kuartal satu selesai, Link net sudah bisa listing,” kata Direktur PT First Media Tbk, Dicky Setiadi Moechtar di Jakarta, akhir pekan kemarin.

Meski demikian, kata dia, untuk saat ini pihaknya belum dapat memberitahukan ke publik terkait target dana yang dibidik melalui hajatan ini. Diketahui, dari beberapa anak usaha perseroan, Link Net disebut sebut menjadi penyumbang terbesar terhadap pendapatan perseroan. Rencananya, hingga akhir tahun ini, Link Net menargetkan peningkatan layanan menjadi 36.000 pelanggan di wilayah Kota Surabaya dan Sidoarjo melalui perluasan jaringan kabel hybrid fiber coaxial (HFC).

Pelaksanaan IPO Link Net sendiri diperkirakan dapat dilaksanakan pada Oktober 2013 dengan target dana yang dibidik sekitar Rp500 miliar. Namun, karena keterbatasan waktu dan belum selesainya proses audit, perseroan pun menunda pelaksanaan panawaran sahamnya dari rencana semula. “Yang jelas kita mundur. Kita belum tahu nantinya akan memakai buku apa, bisa Juni, Juli ataupun Oktober. Tahun ini apa tahun depan kita juga belum tahu.” kata Direktur KBLV, Harianda Noerlan.

Selain mempersiapkan anak usahanya untuk melaksanakan IPO, perseroan juga tengah fokus mengembangkan usahanya dari bisnis yang saat ini dijalankan. “Perubahan pasal tiga anggaran dasar kita mengenai bidang usaha. Kita mengantisipasi perkembangan bisnis ke depan sehingga sekarang perlu diperluas di bidang penyedia konten,” jelasnya.

Untuk perluasan bisnis ini sendiri, kata dia, masih dalam tahap persiapan, dan pada tahun depan baru dapat dilaksanakan. Karena itu, dia enggan menyebutkan dana yang dikeluarkan perseroan untuk pengembangan bisnis ini. “Tahun ini persiapan. Investasinya belum bisa kita bilang karena baru diputuskan,” ucapnya.

Sementara untuk meningkatkan kinerja perseroan, pihak manajemen sebelumnya mengaku tengah menjajaki kerja sama dengan operator pemegang lisensi daerah Banten, Internux untuk menggarap layanan broadband wireless access (BWA) di area Jabodetabek dan Banten. “Untuk pengembangan BWA saat ini masih dalam proses roll out jaringan.” ujarnya.

First Media dan Internux, kata dia, merupakan dua operator pemegang lisensi untuk layanan jaringan internet nirkabel atau broadband wireless access di area Jabodetabek dan Banten. Untuk kerja sama ini, pihaknya telah menyiapkan US$200 juta yang bersumber dari pendanaan vendor, kas internal, dan pinjaman bank. “Pendanaan dari vendor memiliki porsi lebih besar.” imbuhnya. (lia)

Related posts