BTN Optimistis Kredit Properti Masih Tumbuh - Tahun depan

​NERACA

Jakarta - PT Bank Tabungan Negara Tbk masih tetap optimistis terhadap pertumbuhan kredit properti, meskipun pada 2014 mendatang diprediksikan terjadi perlambatan dalam pertumbuhan ekonomi. Direktur Utama BTN, Maryono mengatakan, sikap optimistis tersebut didasari oleh masih kurangnya unit rumah atau backlog yang sebanyak 15 juta unit.

“Permintaan akan rumah masih tinggi lantaran produk domestik bruto (PDB) atau income per kapita masyarakat Indonesia terus meningkat. Selain itu, jumlah penduduk Indonesia dengan usia produktif masih tinggi, dengan potensi itu, memberikan suatu sinyal positif," kata Maryono di Jakarta, pekan lalu.

Lebih lanjut dia juga menjelaskan, terkait dengan peraturan Bank Indonesia (BI) yang memberi batasan terhadap loan to value (LTV) dan juga kredit inden, hal tersebut tidak akan memberi dampak negatif terhadap pertumbuhan kredit property perusahaan. “Aturan tersebut justru akan memberi sinyal positif bagi pertumbuhan properti jangka panjang,” imbuh dia.

Selain itu, Maryono memprediksikan aset perusahaan masih akan tumbuh sekitar 18% dan juga target perolehan laba sebesar Rp2 triliun. “Laba targetnya tumbuh sebesar 18% dan juga dana pihak ketiga (DPK) kami perkirakan juga akan mengalami pertumbuhan sebanyak 20%, sedangkan untuk tabungan BTN menargetkan pertumbuhan 22% tahun 2014,” tambah Maryono.

Maryono juga menjelaskan, pertumbuhan kredit tahun ini ada dikisaran 22% hingga 23%. Untuk DPK sendiri, BTN berhasil tumbuh di kisaran 17% hingga 18%. “Untuk laba tahun 2013, BTN berhasil meraih laba sesuai target yakni sebesar Rp 1,5 triliun-Rp 1,7 triliun,” ucap dia.Sedangkan untuk pemisahan Unit usaha Syariah (UUS), Maryono mengaku pihaknya akan menunda hal tersebut, ini diakibatkan prediksi ekonomi tahun depan yang belum stabil. “Kami akan koordinasi ke dalam dan memperbaiki persiapannya,” kata dia.

Namun, jika kondisi perekonomian stabil, tambah Maryono, pihak BTN akan segera melepas UUS mereka dengan landasan modal yang memadai. “Aset yang sudah mencapai Rp8 – Rp9 triliun saat ini, laba juga sudah bagus, positif dan kredit macet sudah dibawah 2%,” ujarnya.

Per September 2013, aset UUS BTN tercatat Rp8,85 triliun. Meningkat ketimbang periode yang sama tahun sebelumnya Rp6,15 triliun. Pembiayaan juga tercatat tumbuh hampir 40% dari Rp5,3 triliun menjadi Rp7,44 triliun. Sementara dana pihak ketiga naik 52,4% menjadi Rp6,65 triliun dari Rp4,36 triliun. [sylke]

BERITA TERKAIT

BEI Kaji Penambahan Indeks Tahun Depan

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus melakukan penyesuaian di indeks-indeks yang ada di BEI. Salah satu cara…

PNM Sosialisasikan Kredit Ultra Mikro ke UMKM Kalbar

PNM Sosialisasikan Kredit Ultra Mikro ke UMKM Kalbar NERACA Pontianak - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) terus melakukan sosialisasi kredit…

Pabrik Feronikel Antam Rampung Akhir Tahun - Strategi Hilirisasi

NERACA Jakarta – Komitmen PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menjalankan strategi hilirisasi terus dilakukan dengan pembangunan pabrik Feronikel Haltim dengan…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Founder KahmiPreneur Raih Sertifikasi Internasional

  NERACA Jakarta - Pemerintah saat ini tengah gencar mencanangkan kebijakan industri nasional sebagai negara industri maju baru dan menargetkan…

PII Dorong Insinyur Bersertifikat

    NERACA   Jakarta – Persatuan Insinyur Indonesia (PII) mendorong para insinyur Indonesia untuk tersertifikasi. Ketua Umum PII Hermanto…

Utang Luar Negeri Naik Jadi Rp5253 Triliun

    NERACA   Jakarta - Jumlah utang luar negeri Indonesia pada akhir kuartal III 2018 naik 4,2 persen (tahun…