AirAsia Bangun Kepercayaan Lewat IPO - Targetkan Listing di 2014

NERACA

Jakarta – Masuki tahun 2014 bakal menjadi moment penting bagi maskapai penerbangan low cost carrier PT AirAsia Indonesia. Pasalnya, perusahaan penerbangan ini berencana go public setelah tertunda untuk kesekian kalinya. Maka ditahun depan, perseroan memantapkan untuk segera listing di Bursa Efek Indonesia melalui penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO).

Presiden Direktur AirAsia Indonesia, Dharmadi mengatakan, perseroan memastikan go public di tahun 2014 dengan catatan bila nilai tukar rupiah terhadap dolar AS stabil, “Saat ini sedang menunggu rupiah stabil, soal persiapan semuanya sudah 90% dan tinggal selesaikan proses audit 2013,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Oleh karena itu, pihaknya berharap kondisi nilai tukar rupiah terhadap dolar bisa segera stabil. Nantinya, hasil dana yang didapat dari IPO akan digunakan untuk memperkuat posisi AirAsia dan menumbuhkan kepercayaan yang lebih besar pada masyarakat.

Meski mengaku telah menyiapkan berbagai hal, Dharmadi mengatakan bahwa pihaknya tidak memiliki target maksimal mengenai kapan akan segera merealisasikan rencana ini,”Belum tahu sampai kapan karena kita gak terlalu tergantung dananya dari IPO. Karena kita inginkan IPO supaya bagus ke depannya,”tandasnya.

Sebelumnya, CEO AirAsia Berhad, Tony Fernandez menegaskan, keputusan untuk melakukan IPO pada tahun depan diyakini sudah tepat. Pasalnya, jika dilakukan tahun 2013 masih belum menguntungkan untuk AirAsia Indonesia, “Kami tidak mau jual saham AirAsia Indonesia sekarang, karena harga sahamnya akan menjadi murah,"tuturnya.

Keputusan penundanaan AirAsia Indonesia IPO, rupanya direspon positif analis pasar modal dari PT Dana Reksa Sekuritas Lucky Bayu Purnomo. Dirinya menuturkan, penundaan IPO Air Asia Idonesia adalah langkah tepat. Alasannya, selain rawan koreksi, kondisi pasar modal yang belum kondusif disebut-sebut memang menjadi hal yang perlu diantisipasi oleh perusahaan tersebut untuk melaksanakan IPO.“Sebagai penerbangan murah, Air Asia Indonesia memiliki likuiditas yang tinggi, namun rawan koreksi karena tidak memiliki karakter khusus untuk menghadang sentimen pasar. Ditambah juga adanya tekanan IHSG yang melemah,”ujarnya.

Asal tahu saja, ditahun 2014, AirAsia Indonesia menargetkan bisa meraup 8 juta penumpang, naik dari tahun ini yang sekitar 5,9 juta penumpang.Diharapkan, peningkatan jumlah penumpang ini bisa mendongkrak pendapatan perusahaan hingga 15% dari tahun ini.

Saat ini porsi rute penerbangan internasional 55%, sedangkan sisanya sebanyak 45% merupakan rute penerbangan domestik. "Kemungkinan tahun depan akan bergesar menjadi 60% penerbagan internasional dan 40% penerbangan domestik,"kata Dharmadi. (bani)

BERITA TERKAIT

Bukalapak Membuka Kesempatan Perempuan Berkarya - Lewat Festival Srikandi Nusantara

Dalam rangka pemberdayaan ekonomi dan membuka luas partisipasi perempuan dalam industri bisnis, Bukalapak selalu konsisten hadir dan memdukung penuh pemberdayaan…

Menpar Targetkan Cross Border Sumbang 20 Persen Kunjungan Wisman di 2019

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya akan meningkatkan potensi pariwisata perbatasan (cross border tourism) di tahun 2019 dalam upaya mencapai target…

ACT Bangun Kembali Hunian Nyaman Terpadu di Sigi

ACT Bangun Kembali Hunian Nyaman Terpadu di Sigi NERACA Jakarta - Hunian Nyaman Terpadu (Integrated Humanity Shelter/ICS) kembali dibangun di…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Investor Pasar Modal di Kalsel Capai 22,26%

Direktur Pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 9 Kalimantan, M Nurdin Subandi mengatakan, jumlah investor pasar modal di Kalimantan Selatan…

BEI Catatkan Rekor Baru Emiten Terbanyak

NERACA Jakarta – Tahun 2018 menjadi catatan sejarah bagi PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Pasalnya, sepanjang tahun ini ada 50…

Pendapatan Toba Bara Tumbuh 43,95%

Di kuartal tiga 2018, PT Toba Bara Sejahtra Tbk (TOBA) membukukan pendapatan sebesar US$ 304,10 juta, naik 43,95% dari periode…