Jayakarta Group Raih Pinjaman Rp77,8 Miliar

NERACA

Jakarta- Perusahaan pengembang properti di bawah The Jayakarta Group, PT Pudjiadi and Sons Tbk (PNSE) mengantongi pinjaman senilai Rp77,8 miliar dari PT Bank Mandiri Tbk (BBMRI). Pinjaman tersebut diperoleh seiring ikatan perjanjian kredit investasi yang dilakukan perseroan dengan bank pelat merah ini. “Nilai perjanjian sebesar Rp77,8 miliar dengan menjaminkan beberapa aset perusahaan.” kata Direktur PT Pudjiadi and Sons Tbk, Ariyo Tejo dalam keterangan resminya di Jakarta, akhir pekan kemarin.

Ikatan perjanjian pinjaman tersebut, menurut dia, telah dilaksanakan pada 20 Desember 2013. Diharapkan, dengan diperolehnya pinjaman tersebut, pihaknya dapat memperbaiki kinerja perseroan. “Tindakan ini merupakan usaha untuk melakukan pengembangan usaha perbaikan hotel, dan untuk memperbaiki kinerja keuangan perseroan.” jelasnya.

Diketahui, PT Pudjiadi and Sons Tbk merupakan bagian dari perusahaan The Jayakarta Group yang bergerak di bidang perhotelan dengan fasiltas dan penunjang lainnya, seperti jasa akomodasi, perkantoran, perbelanjaan, apartemen, sarana rekreasi dan hiburang di lokasi hotel. Informasinya, di tahun ini Jayakarta Group meluncurkan proyek properti baru, yaitu apartemen Green Palace Residence di bawah entitas PT Pudjiadi Prestige Tbk.

Sementara pada pertengahan tahun 2014, Jayakarta Group berharap dapat kembali membangun hotel murah, J Hotel di bawah kendali entitas PT Pudjiadi and Sons Tbk. Rencananya, akan ada sekitar tiga hotel yang berlokasi di kawasan Cengkareng (Tangerang, Banten), di belakang Lawang Sewu (Semarang, Jawa Tengah) dan kawasan Cikarang (Jawa Barat). “Masing-masing hotel tersebut berisi sekitar 125 kamar. Saat ini masih dalam tahap desain,” kata Direktur Utama PT Pudjiadi and Sons Tbk, Kristian Pudjiadi.

Adapun total jumlah portofolio yang dimiliki grup pengembang properti ini antara lain Marbella Hotel, Spa & Convention Anyer, The Jayakarta Anyer, The Jayakarta Jakarta, The Jayakarta Cisarua, The Jayakarta Bandung, The Jayakarta Yogyakarta, The Jayakarta Bali, The Jayakarta Lombok, The Jayakarta Flores, dan The Jayakarta Palembang.

Sejumlah hotel ini disebut sebut menjadi sumber pendapatan berulang (recurring income) perseroan. Sementara untuk proyek pengembangan properti lainnya seperti apartemen, perumahan, dan kondotel merupakan sumber pendapatan pengembangan (development income).

Sekadar catatan, pada semester pertama 2013, pendapatan departemental PNSE menurun 2,33% menjadi Rp113,76 miliar dari posisi periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp116,47 miliar. Alhasil, laba bersih tahun berjalan perseroan menurun sekitar 11,13% menjadi Rp19,49 miliar dibanding periode yang sama 2012 senilai Rp21,93 miliar. (lia)

BERITA TERKAIT

Kuras Kocek Rp 460,38 Miliar - TBIG Realisasikan Buyback 96,21 Juta Saham

NERACA Jakarta - Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) telah membeli kembali atau buyback saham dari…

KINO Akuisisi Kino Food Rp 74,88 Miliar

PT Kino Indonesia Tbk (KINO) akan menjadi pemegang saham pengendali PT Kino Food Indonesia. Rencana itu tertuang dalam perjanjian Jual…

Lunasi Utang - Taksi Express Jual Tanah Rp 112,15 Miliar

NERACA Jakarta - PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI), melalui entitas anak usahanya, yaitu PT Ekspres Jakarta Jaya (EJJ) telah…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Penetrasi Pasar di Luar Jawa - Mega Perintis Siapkan Capex Rp 30 Miliar

NERACA Jakarta – Rencanakan membuka 20 gerai baru tahun ini guna memenuhi target penjualan sebesar 14%-15% menjadi Rp 509 miliar,…

Lagi, Aperni Jual Kapal Tidak Produkif

Dinilai sudah tidak lagi produktif, PT Arpeni Pratama Ocean Line Tbk (APOL) resmi mendivestasi aset perusahaan berupa kapal, yaitu kapal…

Rig Tender dan Petrus Sepakat Berdamai

Perkara hukum antara PT Rig Tenders Indonesia Tbk (RIGS) dengan PT Petrus Indonesia akhirnya menemui kata sepakat untuk berdamai. Dimana…