Exploitasi Energi Naikkan Harga Jual Batubara - Dongkrak Pendapatan Tahun 2014

NERACA

Jakarta–Dampak pelemahan nilai tukar rupiah tidak hanya memberikan dampak negatif tetapi juga dampak positif, khususnya perusahaan tambang. Hal inipula yang dialami PT Exploitasi Energi Indonesia Tbk (CNKO) yang mengalami kenaikan harga dari menguatnya dolar terhadap rupiah serta mulai pulihnya harga komoditas batubara.

Direktur Keuangan PT Exploitasi Energi Tbk, Danar Wihandoyo mengatakan, tahun depan perseroan memproyeksikan penjualan batubara tumbuh melesat lantaran kontrak panjang penjualan batubara dengan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) bakal direview harga jual serta kontrak pengangkutannya,”Kita masih tunggu review harga dari PLN karena mereka yang mempunyai formula soal harga,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Dirinya berharap dengan review harga penjualan tersebut, kontrak baru dengan PLN mampu mendongkrak pendapatan perseroan di tahun 2014. Namun sayangnya dia belum mau menyebutkan nilai pasti kontrak yang bakal dikantungi. Hanya saja, tahun depan perseroan kembali mendapatkan kontrak baru untuk pasokan batubara di PLTU Cilapacap sebanyak 5,4 juta ton batubara dan kontrak di Awar-awar Jawa Timur untuk memasok batubara sebanyak 5,7 juta ton.

Maka untuk menunjang pasokan batubara untuk kontrak baru dengan PLN, perseroan berencana membeli tujuh unit kapal baru dengan nilai investasi sekitar Rp 210 miliar. Dimana nilai harga satu kapal ditaksir sebesar Rp 20 sampai Rp 30 miliar. Nantinya, pembelian kapal ini akan dilakukan secara bertahap.

Selain itu, perseroan juga tengah menjajaki rencana mencari pinjaman sebesar US$ 208 juta atau setara Rp2,55 triliun dari sejumlah bank regional. Kata Danar, perseroan mengusahakan akan melakukan pinjaman hanya kepada satu bank, meskipun tidak menutup kemungkinan akan dilakukan dengan metode sindikasi dari sejumlah bank regional.

Menurutnya, dipilihnya pinjaman dari perbankan regional lantaran adanya peningkatan beban bunga kredit jangka pendek yang diperoleh dari perbankan domestik. Kemudian belanja modal tahun depan, perseroan mengalokasikan dana senilai Rp400 miliar.

Disebutkan, dana tersebut didapat perseroan sekitar Rp300 miliar dari pinjaman bank dan sebesar Rp100 miliar dari kas internal.“Sekitar Rp150 miliar nantinya akan digunakan perseroan untuk membiayai pengembangan tambang batu bara di Kalimantan Tengah,” kata Danar Wihandono.

Sementara sisanya sekitar Rp250 miliar, lanjutnya, akan digunakan perseroan untuk membiayai pengoperasian pembangkit listrik milik perseroan di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, pembelian kapal tunda (tug boat), serta pemasangan ban berjalan (conveyer).

Danar juga menjelaskan, penjualan batu bara perseroan pada Juli-September 2013 tercatat Rp349,50 miliar, naik 28,4% dibanding penjualan pada April-Juni 2013 sebesar Rp272,20 miliar. Kenaikan itu didorong peningkatan volume penjualan batu bara sebesar 14,6%. Tetapi Danar tidak merinci besarnya volume penjualan tersebut. (bani)

Related posts