Prospek Ekonomi 2014

Oleh : Prof Firmanzah PhD

Staf Khusus Presiden bidang Ekonomi dan Pembangunan

Dalam hitungan jam ekonomi Indonesia akan meninggalkan 2013 dan memasuki tahun baru 2014. Ekonomi Indonesia diprediksi akan terus tumbuh positif dan tinggi diantara negara-negara anggota G-20 meskipun di tengah tahun politik. Optimisme ekonomi 2014 semakin menguat karena ekonomi Indonesia semakin berdaya tahan (resilient) terhadap sejumlah gejolak baik yang bersumber dari dalam maupun dari luar. Selain itu juga, menjelang berakhirnya tahun 2013, ekonomi Indonesia mampu memitigasi sejumlah tantangan di bidang perekonomian.

Sejumlah tantangan sepanjang 2013 seperti gejolak pasar keuangan dunia, volatilitas harga pangan dunia, tekanan inflasi, peningkatan investasi di sektor riil dan infrastruktur, tekanan defisit transaksi berjalan dan sejumlah tantangan lainnya secara relatif berhasil kita kelola secara baik. Pertumbuhan ekonomi 2013 diperkirakan tetap positif dan tinggi di kisaran 5,6%-5,8%, inflasi di bawah 8,5%, BI Rate 7,5%, defisit anggaran/PDB diperkirakan dalam porsi yang aman sebesar 2,41%, realisasi investasi meningkat dan diperkirakan di atas Rp. 390 triliun, dan rasio kredit macet perbankan umum tetap terjaga.

Berbagai hal yang telah kita capai di sepanjang 2013 merupakan modal untuk menghadapi tahun 2014. Sejumlah tantangan eksternal masih akan terus kita hadapi di tahun depan seperti mitigasi gejolak pasar keuangan dunia, volatilitas harga pangan dunia, realisasi tapering-off stimulus moneter di AS sebesar US$ 10 miliar, mengurangi defisit transaksi berjalan, dan belum pulihnya perekonomian dunia. Sementara di dalam negeri, pesta demokrasi untuk memilihi wakil rakyat di DPR pusat, DPRD I dan DPRD II, DPD serta pemilihan Presiden 2014-2019 juga perlu kita jaga stabilitas politik dan keamanan.

Pengalaman menyelenggarakan Pemilu 1999, 2004 dan 2009 merupakan pengalaman penting untuk menyukseskan Pemilu 2014. Hal ini penting tidak hanya untuk menjaga transisi kepemimpinan berjalan baik tetapi juga bagi terus tumbuh, berkembang dan meratanya ekonomi Indonesia pada 2014. Melihat pengalaman masa lalu, kita perlu optimis terhadap prospek ekonomi 2014. Sumber pertumbuhan ekonomi 2014 masih berasal dari ekonomi domestik dengan dua motor utama yaitu konsumsi rumah tangga dan investasi baik di sektor riil maupun infrastruktur.

APBN 2014 telah menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 6% dengan inflasi di angka 5,5%. Tentunya pemerintah akan berusaha sekuat tenaga bersama-sama dengan dunia usaha nasional baik BUMN, swasta maupun koperasi untuk mewujudkan target tersebut. Meskipun tidak mudah mengingat gejolak pasar keuangan dunia masih akan terjadi, namun dengan kerja keras kita bersama, kita optimis pertumbuhan ekonomi 2014 dapat kita pertahankan positif. Sementara itu, melihat trend pertumbuhan investasi serta pengalaman kita menjaga stabilitas di tahun politik juga memberikan optimisme akan terus meningkatnya investasi baik PMDN maupun PMA di tahun depan.

Tahun 2014 merupakan tahun spesial bagi Indonesia mengingat pembangunan ekonomi akan beriringan dengan pesta demokrasi. Otoritas fiskal dan moneter akan terus meningkatkan koordinasi kebijakan untuk mitigasi setiap gejolak baik yang bersumber dari internal maupun eksternal. Mengingat pembangunan ekonomi sangat membutuhkan stabilitas politik dan keamanan, maka penting bagi kita semua untuk terus menjaga stabilitas politik, ketertiban dan keamanan nasional. Sehingga kita dapat menjaga momentum pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.

Related posts