TAXI Bidik Pendapatan Naik Rp 216 Miliar - Ditopang Penambahan Armada

NERACA

Jakarta – PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) memproyeksikan pendapatan tahun 2014 akan meningkat Rp216 miliar. Kenaikan pendapatan pada tahun depan ini akan diperoleh dari rencana tetap perseroan setiap tahunnya untuk menambah 2.000 unit taksi reguler.

Kata Presiden Direktur PT Express Trasindo Utama Tbk, Daniel Podiman, jumlah target pendapatan tersebut belum termasuk pendapatan perseroan dari taksi reguler yang kini berjumlah hampir 10.000 unit,”Penambahan 2.000 unit taksi reguler menjadi target perseroan untuk meningkatkan pangsa pasar. Hal ini berkaitan dengan target perseroan untuk menguasai jasa pelayanan taksi di Jabodetabek mencapai 30% pada 2014,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, saat ini persaingan taksi memang cukup tajam dengan banyaknya berbagai macam taksi yang ada di Jabodetabek. Namun jika tahun ini market cap perseroan sekitar 25%, maka tahun depan targetnya 30% dengan penambahan 2.000 unit taksi lagi.

Dia menambahkan, secara nasional Express menguasai market cap 10% dan menargetkan 15% market cap nasional pada 2014. Hingga saat ini, perseroan memiliki 9.000 unit lebih taksi reguler yang tersebar di Jabodetabek, sementara sisanya berada di 4 kota besar yaitu Surabaya, Lombok, Medan dan Semarang.

Dalam memenuhi target penambahan 2.000 unit taksi lagi, perseroan telah menyiapkan dana belanja modal (capital expenditure/capex) Rp500 miliar yang akan diperoleh dari pinjaman perbankan dan kas internalnya. Dimana komposisi pinjaman perbankan sekitar 75% dan sisanya kas internal.

Namun, jika suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) naik lagi, dia memperkirakan akan menambah porsi kas internal untuk belanja modal menjadi 50%. “Jika BI Rate naik lagi tahun depan, komposisi kas dan pinjaman mungkin seimbang, masing-masing 50% dan kita akan membayarkan uang muka untuk pembelian mobil 25%”, ungkapnya.

Sedangkan untuk mencari dana di pasar modal, menurut dia hal ini belum bisa dipastikan. Dia menyatakan, penerbitan right issue ataupun obligasi tergantung keadaan. Karena saat ini perseroan masih memilih meminjam pada bank yaitu BCA,”Kita punya hutang perbankan hanya pada BCA saja karena lebih kompetitif. Untuk cari dana dari pasar modal masih melihat kondisi dan tergantung keadaan”,jelasnya.

Hingga saat ini, perseroan juga telah memiliki 29 pool taksi. Sebanyak 23 lokasi berada di Jabodetabek dan sisanya berada di dan sisanya berada di Surabaya, bali, Lombok, Medan dan Semarang. Dengan penambahan 2.000 unit taksi lagiuntuk Jabodetabek, dia menyatakan akan ada penambahan pool lagi namun belum memastikan di mana lokasinya.

Selain itu, dia menyatakan cukup senang dengan kabar bahwa mobil jenis sedan Toyota Limo yang dijadikan taksi reguler akan dikeluarkan jenis yang menggunakan bahan bakar gas (BBG). Menurut dia, hal ini akan semakin menguntungkan mitra pengemudinya, karena akan lebih irit dalam pengeluaran bahan bakar. (nurul)

BERITA TERKAIT

Mengandalkan Proyek Pemerintah - WIKA Gedung Bidik Kontrak Rp 22,78 Triliun

NERACA Jakarta – Sepanjang tahun 2019, PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) menargetkan perolehan kontrak sebesar Rp 22,78 triliun…

TARIF CUKAI ROKOK TIDAK NAIK

Pekerja melinting rokok Sigaret Kretek Tangan (SKT) dengan alat linting di Kudus, Jawa Tengah, Selasa (15/1). Pemerintah memutuskan tidak menaikkan…

Harga IPO Rp 180 Per Saham - Citra Putra Realty Raup Dana Rp 93,6 Miliar

NERACA Jakarta – Resmi mengantungi pernyataan efektif untuk melakukan penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) dari Otoritas…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Harga Saham Melorot Tajam - Saham Cottonindo Masuk Pengawasan BEI

NERACA Jakarta - Perdagangan saham PT Cottonindo Ariesta Tbk (KPAS) masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) karena mengalami…

Kuras Kocek Rp 460,38 Miliar - TBIG Realisasikan Buyback 96,21 Juta Saham

NERACA Jakarta - Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) telah membeli kembali atau buyback saham dari…

KINO Akuisisi Kino Food Rp 74,88 Miliar

PT Kino Indonesia Tbk (KINO) akan menjadi pemegang saham pengendali PT Kino Food Indonesia. Rencana itu tertuang dalam perjanjian Jual…