Window Dressing Topang IHSG Akhir Tahun

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham akhir pekan di ujung tahun, pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) makin terus sumringah karena aksi beli investor, meskipun diterpa sentimen negatif nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang ditutup melemah di posisi Rp 12.275 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan Selasa di Rp 12.220 per dolar AS.

Menurut analis HD Capital Yuganur Wijanarko, kondisi indeks BEI yang masih dalam keadaan "oversold" mengangkat IHSG di atas tingkat psikologis 4.200 poin,”Meski demikian, penguatan indeks BEI masih jauh dari harapan untuk terus menguat lebih tinggi menyusul beberapa pelaku pasar saham mengambil posisi konservatif," kata dia di Jakarta akhir pekan kemarin.

Dirinya merekomendasikan beberapa saham yang dapat diperhatikan pada Senin awal pekan depan di antaranya, Jasa Marga (JSMR), Express Transindo Utama (TAXI), MNC Investama (BHIT), Bank Mandiri (BMRI). Sementara itu, analis Sinarmas Sekuritas, Tessa Mulia memperkirakan bahwa pada perdagangan Senin awal pekan (30/12), secara teknikal indeks BEI akan bergerak menguat di tingkat 4.200-4.250 poin.

Sentimen dalam negeri, lanjut dia, yang merupakan hari terakhir perdagangan bursa 2013 dapat memicu aksi "window dressing" bagi para investor dalam mengakumulasi saham. Berikut beberapa saham yang layak dikoleksi yakni Mayora (MYOR), Astra International (ASII), Surya Citra Media (SCMA), Supra Boga Lestari (RANC).

Indeks BEI sendiri diproyeksikan bergerak menguat pada penutupan perdagangan saham akhir tahun karena aksi investor manfaatkan window dressing. Sebagai informasi, perdagangan akhir pekan kemarin, penguatan dipimpin oleh saham-saham berbasis agrikultur, sektornya menguat hingga lebih dari tiga persen. Aksi ambil untung juga masih ada, terjadi di saham-saham tambang tambang dan infrastruktur.

Perdagangan berjalan sangat sepi dengan frekuensi transaksi hanya sebanyak 80.808 kali pada volume 6,653 miliar lembar saham senilai Rp 9,3 triliun. Sebanyak 145 saham naik, sisanya 96 saham turun, dan 92 saham stagnan.

Transaksi melonjak tinggi gara-gara aksi tutup sendiri saham PT Apexindo Tbk (APEX) senilai Rp 4,8 triliun oleh broker Paramitra Alfa Sekuritas (PS) di pasar negosiasi. Bursa-bursa di Asia kompak menguat tutup perdagangan akhir pekan. Pencetakan rekor Wall Street berdampak positif terhadap pergerakan bursa regional. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 1.250 ke Rp 62.500, SMART (SMAR) naik Rp 950 ke Rp 6.950, Unilever (UNVR) naik Rp 500 ke Rp 26.600, dan Gowa Makassar (GMTD) naik Rp 450 ke Rp 7.400.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Mayora (MYOR) turun Rp 2.950 ke Rp 22.500, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 700 ke Rp 27.700, Surya Toto (TOTO) turun Rp 150 ke Rp 7.700, dan Mitra Adiperkasa (MAPI) turun Rp 150 ke Rp 5.500.

Menutup perdagangan sesi pertama, indeks BEI ditutup menguat 15,370 poin (0,37%) ke level 4.218,204. Sementara Indeks LQ45 naik 3,338 pion (0,48%) ke level 704,535. Meski bergerak tipis, tapi indeks berhasil menghindari zona merah hingga sesi pertama. Posisi tertinggi yang bisa diraih indeks ada di level 4.233,852.

Saham-saham unggulan masih jadi incaran aksi beli investor. Namun aksi ambil untung juga masih terjadi, seperti di sektor tambang infrastruktur dan perdagangan. Perdagangan berjalan sangat sepi dengan frekuensi transaksi hanya sebanyak 43.403 kali pada volume 4,982 miliar lembar saham senilai Rp 7,306 triliun. Sebanyak 126 saham naik, sisanya 73 saham turun, dan 90 saham stagnan. Pergerakan bursa regional masih sama seperti diawal perdagangan, mixed cenderung menguat. Bursa saham Jepang masih terjebak di zona merah setelah adanya pelemahan yen terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 1.250 ke Rp 62.500, Mayora (MYOR) naik Rp 600 ke Rp 26.050, Unilever (UNVR) naik Rp 550 ke Rp 26.650, dan Gowa Makassar (GMTD) naik Rp 450 ke Rp 7.400. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 500 ke Rp 27.900, Mitra Adiperkasa (MAPI) turun Rp 250 ke Rp 5.400, Surya Toto (TOTO) turun Rp 150 ke Rp 7.700, dan Sinar Mas (SMMA) turun Rp 100 ke Rp 3.300.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 6,89 poin atau 0,16% menjadi 4.209,73. Sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 1,78 poin (0,25%) ke level 702,97. Kata Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada, bursa Asia yang cenderung bergerak mendatar dengan kecenderungan menguat menjadi salah satu pendorong IHSG BEI berada dalam area positif pada awal perdagangan.

Dia menambahkan, meski peluang "window dressing" cukup tipis, namun masih terlihat keinginan pelaku pasar untuk mengakumulasi saham sehingga IHSG BEI melanjutkan penguatan.

Sementara bursa regional, diantaranya indeks Hang Seng dibuka menguat 29,53 poin (0,13%) ke level 23.209,08, indeks Nikkei-225 turun 42,80 poin (0,26%) ke level 16.131,64 dan Straits Times menguat 9,48 poin (0,30%) ke posisi 3.143,84. (bani)

Related posts