Batas Penukaran Uang Hingga 30 Desember 2013 - Imbauan BI

NERACA

Jakarta -Bank Indonesia (BI) mengimbau masyarakat Indonesia yang ingin menukarkan empat pecahan uang kertas yang tidak berlaku, paling lambat di tukarkan 30 Desember 2013. Seperti dikutip pada lamanwww.bi.go.id. Uang yang ditukarkan yakni empat pecahan uang kertas dengan tahun emisi 1998 dan 1999 yang sudah tidak berlaku lagi. Hal ini dilakukan sesuai dengan peraturan Bank Indonesia No. 10/33/PBI/2008 tanggal 25 November 2008.

Pecahan uang kertas yang bisa ditukarkan antara lain, uang kertas pecahan Rp10.000 (Sepuluh Ribu Rupiah) dengan gambar pahlawan nasional Cut Nyak Dien Tahun Emisi (TE) 1998. Lalu uang kertas pecahan Rp20.000 (Dua Puluh Ribu Rupiah) bergambar Ki Hadjar Dewantara TE 1998. Selanjutnya, uang kertas pecahan Rp50.000 (Lima Puluh Ribu Rupiah) TE 1999 bergambar WR Soepratman dan uang polymer atau plastik pecahan Rp 100.000 (Seratus Ribu Rupiah) TE 1999 bergambar Soekarno-Hatta.

Dalam peraturan tersebut, apabila sampai dengan tanggal 30 Desember 2013 belum sempat menukarkan uang kertas tersebut, maka masyarakat masih dapat menukarkan di Bank Indonesia mulai dari tanggal 31 Desember 2013 sampai dengan 30 Desember 2018 sesuai dengan jadwal operasional penukaran. [sylke]

BERITA TERKAIT

Sepanjang 2019 - Ekspor Sawit Mentah Diperkirakan Tetap Tumbuh Hingga 5 Persen

NERACA Jakarta – Ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) diperkirakan tetap tumbuh 4-5 persen pada 2019, meski permintaan komoditas…

Terbitkan Obligasi Rp 1,5 Triliun - FIF Group Tawarkan Bunga Hingga 9,50%

NERACA Jakarta – Pacu pertumbuhan pembiayaan lebih besar lagi, PT Federal International Finance terus menggalang pendanaan untuk mendanai ekspansi bisnisnya.…

Kebutuhan Uang Tahun Politik Meningkat

  NERACA   Solo – Tahun 2019 adalah tahun pemilihan baik DPR, DPRD, DPD hingga Pemilihan Presiden (Pilpres) Bank Indonesia…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Bank Mandiri Kembangkan Peran Ekonomi Pesantren

  NERACA Surabaya - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk terus memperkuat peran ekonomi pondok pesantren untuk menumbuhkan usaha mikro kecil dan…

Fintech Ilegal Berasal dari China, Rusia dan Korsel

  NERACA   Jakarta - Satgas Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menemukan fakta bahwa mayoritas perusahaan layanan finansial berbasis…

Laba BNI Syariah Tumbuh 35,67%

    NERACA   Jakarta - PT Bank BNI Syariah membukukan laba bersih sebesar Rp416,08 miliar, naik 35,67 persen dibandingkan…