BCA Insurance Memprediksi Pertumbuhan Bisnis Capai 15%

NERACA

Jakarta -PT Asuransi Umum BCA (BCA Insurance) memprediksikan pertumbuhan asuransi kendaraan bermotor sebesar 12,5% pada tahun 2014 mendatang. Sedangkan untuk pertumbuhan bisnis ditargetkan sebesar 15%.Direktur Utama PT Asuransi Umum BCA, Hariyanto, mengatakan terkait permodalan, Asuransi Umum BCA dinilai telah mencukupi modal yang disyaratkan oleh otoritas. “Asuransi Umum BCA per November ini memiliki ekuitas sebesar Rp87 miliar, target kami untuk 2014 mendatang persyaratan harus Rp100 miliar, kami akan melampaui itu, dari produksi premi kami belum memerlukan suntikan modal,” kata Hariyanto di Jakarta, Senin (23/12).

Sementara itu, Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja, mengatakan pihaknya telah siap jika anak usahanya yakni, Asuransi Umum BCA membutuhkan tambahan permodalan. "Tapi melihat performance dan profit yang didapat cukup memadai sahingga tak perlu tambahan modal," ujar Jahja.

Sedangkan untuk perolehan premi, BCA Insurance mematok sebesar RP260 miliar tahun depan, sedikit meningkat dibandingkan proyeksi tahun ini sebesar Rp240 miliar. “Sudah lebih dari target, bulan November lalu sekitar Rp242 miliar,” kata dia

Lebih lanjut, Hariyanto menjelaskan, untuk pemasukan premi, asuransi kendaraan bermotor menyumbang perolehan premi 85% hingga 90% sedangkan sisanya disumbangkan oleh berbagai bisnis lainnya yaitu asuransi property dan marine cargo.

Asuransi Umum BCA melayani asuransi properti, kendaraan bermotor, kargo, personal liability dan asuransi harta benda lainnya. Namun, ia mengatakan tahun depan bisnis kendaraan bermotor akan berkurang. Kenaikan pertumbuhan kendaraan bermotor tidak akan setinggi properti.

Selain itu, BCA Insurance juga akan memperluas jaringan tahun depan dengan membuka 3 kantor baru. BCA Insurance juga mulai berupaya melakukan strategi cross selling terhadap para nasabahnya.

Sebelumnya, BCA Insurance bernama PT Central SejahteraInsurance (CSI) lalu dirubah menjadi PT Asuransi Umum BCA, dengan perubahan tersebut, perusahaan asuransi ini resmi beroperasi di bawah naungan Grup BCA. BCA Insurance merupakan anak usaha BCA dan BCA Finance.

Hariyanto, mengatakan BCA membeli PT Transpacific General Insurance tepat tiga tahun lalu, yakni pada 23 Desember 2010. Kemudian PT Transpacific General Insurance berubah nama menjadi CSI.

"Perubahan nama dan logo ini sejalan dengan komitmen manajemen Grup BCA untuk mendukung peningkatan kualitas layanan dan memenuhi kebutuhan nasabah, khususnya kebutuhan nasabah akan produk asuransi di Indonesia," ujar Hariyanto. [sylke]

BERITA TERKAIT

BI: CAD Triwulan III-2018 Capai 3,37% PDB - MENKEU IMBAU MASYARAKAT KURANGI KEGIATAN KE LUAR NEGERI

Jakarta-Bank Indonesia mengungkapkan, defisit neraca transaksi berjalan (current account deficit-CAD) pada triwulan III-2018 mencapai US$8,8 miliar atau 3,37% terhadap PDB,…

Investor Pasar Modal di Kalsel Capai 22,26%

Direktur Pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 9 Kalimantan, M Nurdin Subandi mengatakan, jumlah investor pasar modal di Kalimantan Selatan…

Capai 4 Juta Pelanggan, BOLT Tingkatkan Kualitas Layanan Supaya Pelanggan Puas

Capai 4 Juta Pelanggan, BOLT Tingkatkan Kualitas Layanan Supaya Pelanggan Puas NERACA Jakarta - PT Internux sebagai penyelenggara layanan BOLT…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Sempat Menguat, Rupiah Kembali Melempem

      NERACA   Jakarta - Pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin sore, melemah…

Gaet JCB, CIMB Niaga Luncurkan Precious Card

      NERACA   Jakarta - PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) bekerjasama dengan PT JCB International Indonesia…

Tingkatkan Literasi Keuangan, Mobil Prestasi Muamalat Sambangi Sekolah

    NERACA   Jakarta - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk (Muamalat) menyadari pentingnya pembangunan karakter anak bangsa melalui pendidikan.…