Jelang Pergantian Tahun, Hunian Hotel Meningkat - Kabupaten Sukabumi

Sukabumi - Liburan Natal dan menjelang pergantian Tahun Baru tingkat hunian atau okupansi hotel dan villa di Kabupaten Sukabumi bagian utara dan selatan, meningkat drastis. Peningkatan yang cukup signifikan terjadi di kawasan wisata seperti Salabintana, Cimelati-Cicurug, Ujunggenteng, dan Palabuhanratu.

Ketua Badan Pengurus Cabang Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (BPC PHRI) Kabupaten Sukabumi, H. Dadang Hendar mengatakan, okupansi hotel di kawasan itu mencapai 70-80 persen. Sedangkan pada saat pergantian Tahun baru akan mencapai 100 persen. Namun secara umum tingkat hunian hotel hingga 100 persen belum terjadi secara merata di seluruh Kabupaten Sukabumi, menjelang pergantian Tahun Baru. Kondisi ini terjadi karena persebaran wisatawan belum merata ke seluruh destinasi wisata di Kabupaten Sukabumi.

"Pengunjung yang memesan kamar 70 persen dari Jabotabek dan 30 persen dari utara seperti, Bandung, Cianjur dan Sukabumi. Dari jumlah 1000 kamar hotel kelas bintang dan melati, okupansi hotel hanya berada di angka 60-70 persen saat ini. Angka tersebut diprediksi akan naik lagi hingga pergantian Tahun Baru mendatang," kata Dadang Hendar, di Palabuhanratu, Rabu (25/12).

Tingginya tingkat okupansi ini, dimanfaatkan oleh para pengelola villa dengan cara menaikan harga bagi wisatawan. "Menaikkan harga hotel dan villa ini, karena Kabupaten Sukabumi termasuk destinasi wisata murah dibanding daerah lain yang punya objek daya tarik wisata sama dengan kita," jelas dia.

Menurutnya, menjelang pergantian Tahun Baru, kedatangan para pengunjung secara bertahap akan terjadi pada tanggal 28-31 Desember. Akan tetapi puncaknya pada tanggal 31 Desember 2013, sebelum malam pergantian Tahun Baru. "Puncak kedatangan pengunjung ke kawasan wisata sebelum malam pergantian Tahun Baru. Namun kedatangannya akan terjadi kemacetan di jalan yang menjadi tujuan pengunjung untuk menikmati pergantian Tahun Baru," ujarnya.

Dadang memprediksi kemacetan akan terjadi di Cicurug, perempatan Cikidang arah Palabuhanratu, dan Cibadak. Namun begitu, pengunjung yang akan menikmati perayaan akhir tahun ini harus mempersiapkan resiko yang terjadi sebelum tiba ke tempat tujuannya.

Secara terpisah, Manager Hotel Augusta Citepus, Palabuhanratu, Hedy Firmansyah mengaku, tingkat okupansi Hotel Augusta menjelang Natal dan Tahun Baru mengalami lonjakan hingga 20 persen setiap tahunnya. Dia memprediksi pada akhir tahun ini juga terjadi lonjakan yang sama dengan tahun sebelumnya.

Pemesanan kamar hotel untuk liburan Natal dan Tahun Baru lanjut dia, telah dilakukan oleh wisatawan sejak satu bulan sebelumnya. Untuk pergantian Tahun Baru nanti, sebanyak 75 kamar hotel yang ada, mulai dari kamar standar dan family telah di pesan pengunjung. "Hingga saat ini telah ada beberapa perusahaan, keluarga ataupun perorangan yang memesan kamar. Pesanan untuk Tahun Baru telah mencapai 65 persen dari total kamar yang kami sediakan. Pengunjung hunian hotel ini hanya di dominasi oleh wisatawan domestik," ungkap Hedy.

Hedy menyebutkan, sejak beberapa tahun terakhir ini pengunjung Hotel Augusta, wisatawan domestik masih memegang kontribusi besar. Meskipun mereka sebagian besar tamu domestik, tetapi room rate (harga kamar) akan mengalami kenaikan mencapai 20-30 persen yang diberlakukan pada libur Natal dan Tahun Baru.

"Kenaikan itu untuk harga high season, beda dengan tarif hari biasa. High season hanya untuk waktu tertentu seperti, libur Natal dan Tahun Baru. Namun harga akan kembali normal seperti biasa, setelah libur Natal dan Tahun Baru," terangnya.

Harga kamar untuk high season ini harga tertinggi dibanderol Rp 1.250.000 dan termurah Rp 325.00 per kamar/malam. Namun demikian, hotel kelas melati tiga ini memang tidak memiliki program khusus untuk merayakan Natal dan Tahun Baru. Namun, pengelola hotel tetap menyediakan paket hiburan bagi tamu menjelang pergantian akhir tahun.

Related posts