Tahun Depan, PGN Siapkan Capex US$ 200 Juta - Bangun 16 SPBG

NERACA

Jakarta –Sebagai upaya mendukung kebijakan pemerintah dalam konversi bahan bakar minyak (BBM) ke gas, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) bakal bangun 16 stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG). Bahkan untuk pembangunan SPBG tersebut, perseroan telah mengalokasikan dana sebesar Rp260 miliar.

Direktur Utama PGAS Hendi Prio Santoso mengatakan, dari total 16 SPBG yang direncanakan dapat dimulai pengerjaannya pada 2014 mendatang tersebut, sebanyak 12 di antaranya berlokasi di Jawa Barat, sementara tiga di Jawa Timur dan satu sisanya berlokasi di Riau,”Berbekal pengalaman, kemampuan dan komitmen tinggi, PGN siap menjadi lokomotif dan mendapat penugasan dari pemerintah dalam pengembangan infrastruktur gas bumi di Indonesia untuk mewujudkan konversi energi ke gas bumi," ujarnya di Jakarta, kemarin.

Untuk urusan pembiayaan, PGAS pada 2014 telah menganggarkan dana belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$ 200 juta hingga US$ 250 juta yang bersumber dari kas internal perseroan. Disebutkan, dana sebesar itu rencananya akan dimanfaatkan sebagian besar untuk membiayai rencana perseroan untuk melakukan pembangunan infrastruktur berupa pipa gas dan SPBG di tahun depan.

PGN saat ini telah membangun lebih dari 6.000 kilometer (km) infrastruktur pipa gas di seluruh Indonesia dan memiliki lebih dari 91.000 pelanggan. Selain itu, demi memndukung upaya pemerintah dalam melakukan konversi bahan bakar minyak (BBM) ke gas, perseroan juga baru saja meresmikan satu buah SPBG pertamanya yang berlokasi di Pondok Ungu, Bekasi."Kami yakin program konversi energi BBM ke gas ini bisa berjalan maksimal. Melalui sinergi dengan lembaga pemerintah dan swasta ini, kami berharap pemanfaatan gas bumi akan mampu menciptakan efisiensi dan memperkuat perekonomian nasional sehingga pada akhirnya akan menciptakan kemandirian dan ketahanan energi,"kata Hendi.

Saat ini, PGN sudah memiliki dua unit SPBG bergerak (mobile refueling unit/MRU). Satu unit MRU ditempatkan di Kawasan Monas, Jakarta Pusat dan lainnya direncanakan di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Sebagian besar SPBG yang dibangun pada 2014 tersebut, nantinya mendapat suplai gas langsung melalui pipa (online) dan setidaknya dua unit lainnya berjenis MRU.

Untuk kelancaran pembangunan SPBG ini, pihaknya pun berharap agar pemerintah memberi penugasan kepada PGN sehingga pembangunannya bisa lebih cepat. Dengan begitu, PGN juga bisa membeli gas untuk kebutuhan transportasi dengan harga sesuai Keputusan Menteri ESDM Nomor 2261K/12/MEM/2013 yakni 4,72 dolar AS per juta "British thermal unit" (MMBTU).

Selain pembangunan SPBG, manajemen perseroan sebelumnya mengaku tengah mengembangkan proyek floating storage regasification unit (FSRU) atau penampung LNG terapung yang terletak di wilayah Lampung. Targetnya, pada bulan Juni tahun depan, proyek Liquefied Natural Gas (LNG) Lampung sudah dapat beroperasi. (bani)

Related posts