Masih Suasana Libur, IHSG Bergerak Mendatar

NERACA

Jakarta – Pasca libur panjang Natal, perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jum’at akhir pekan diproyeksikan masih akan bergerak mendatar karena sepinya transaksi lantaran masih suasa libur panjang. Indeks harga saham gabungan (IHSG) diperkirakan akan berada di level 4.190-4.200. Sebelumnya, pada perdagangan Rabu (24/12), indeks BEI ditutup menguat 13,226 poin (0,32%) ke level 4.202,834. Sementara Indeks LQ45 menguat 4,132 poin (0,59%) ke level 701,197.

Perdagangan kemarin berjalan sepi karena banyak investor yang sudah meliburkan diri sejak awal pekan. Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 12.225 per dolar AS dibandingkan posisi pada perdagangan kemarin di Rp 12.220 per dolar AS.

Analis MNC Securities Reza Nugraha pernah bilang, para pelaku pasar cenderung melakukan pembelian selektif terhadap saham-saham berkapitalisasi besar sehingga mendorong indeks BEI melanjutkan penguatan,”Saham-saham yang masuk kategori 'blue chip' menopang indeks BEI meski pelaku pasar asing masih melakukan jual saham,”ujarnya.

Tercatat pelaku pasar asing mencatatkan jual bersih bersih (foreign net sell) pada transaksi Rabu kemarin sekitar Rp12,243 triliun. Menurut Reza, sampai akhir tahun 2013 indeks BEI masih bergerak mendatar dengan kecenderungan menguat menuju level 4.270 poin.

Sementara analis Riset PT Asjaya Indosurya Securities, William Surya wijaya menambahkan, indeks BEI berhasil berada di area positif, hal itu menunjukkan bahwa potensi kenaikan IHSG masih memiliki ruang hingga penutupan di penghujung tahun 2013,”Peluang indeks BEI menguat masih terbuka lebar ke level batas atas 4.314 poin,"tuturnya.

Perdagangan berjalan sangat sepi dengan frekuensi transaksi hanya sebanyak 74.398 kali pada volume 3,672 miliar lembar saham senilai Rp 2,613 triliun. Sebanyak 123 saham naik, sisanya 102 saham turun, dan 115 saham stagnan. Bursa-bursa di Asia masih kompak di zona hijau, mempertahankan momentum pembelian sejak awal perdagangan. Bursa saham Hong Kong memimpin penguatan dengan lonjakan lebih dari satu persen.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Gowa Makassar (GMTD) naik Rp 750 ke Rp 6.950, Unilever (UNVR) naik Rp 550 ke Rp 26.100, Mandom (TCID) naik Rp 400 ke Rp 12.000, dan Astra Agro (AALI) naik Rp 350 ke Rp 24.350. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Lion Metal (LION) turun Rp 500 ke Rp 11.500, Matahari (LPPF) turun Rp 350 ke Rp 10.800, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 300 ke Rp 41.250, dan Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 200 ke Rp 28.400.

Menutup perdagangan sesi pertama, indeks BEI ditutup terkoreksi tipis 4,726 poin (0,11%) ke level 4.184,882. Sementara Indeks LQ45 naik tipis 0,293 poin (0,04%) ke level 697,358. Indeks bergerak dalam rentang yang tipis di tengah perdagangan yang tidak terlalu ramai. Posisi tertinggi yang bisa diraih indeks di level 4.204,065.

Pelemahan yang terjadi kemarin bisa menambah parah koreksi IHSG dalam satu tahun ini yang memang sudah tumbuh minus. Dengan tersisa dua perdagangan lagi, berat bagi IHSG untuk bisa tumbuh positif.

Perdagangan berjalan sangat sepi dengan frekuensi transaksi hanya sebanyak 41.770 kali pada volume 1,692 miliar lembar saham senilai Rp 1,303 triliun. Sebanyak 88 saham naik, sisanya 111 saham turun, dan 95 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Gowa Makassar (GMTD) naik Rp 750 ke Rp 6.950, Astra Agro (AALI) naik Rp 250 ke Rp 24.250, Unilever (UNVR) naik Rp 100 ke Rp 25.650, dan United Tractor (UNTR) naik Rp 100 ke Rp 18.850. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 450 ke Rp 41.100, Matahari (LPPF) turun Rp 300 ke Rp 10.850, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 200 ke Rp 28.400, dan Bank Mega (MEGA) turun Rp 185 ke Rp 1.840.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka menguat 6,84 poin atau 0,16% menjadi 4.196,45, sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 1,76 poin (0,25%) ke level 698,83 didorong penguatan bursa saham Asia,”Bursa Asia termasuk indeks BEI dibuka menguat memfaktorkan optimisme perbaikan ekonomi AS seiring dengan pernyataan lembaga dana moneter internasional (IMF) yang menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat," kata analis Samuel Sekuritas, Yualdo Yudoprawiro.

Dia mengemukakan bahwa IMF memberikan proyeksi pertumbuhan AS lebih kuat di tahun depan (2,6%) seiring dengan perbaikan pertumbuhan ekonominya sehingga memicu kepercayaan investor. Head of Research Valbury Asia Securities, Alfiansyah menambahkan, sentimen dari global yang terbilang positif itu diperkirakan masih sulit memberikan dukungan bagi indeks bursa domestik untuk melaju lebih kuat, lantaran pemodal masih mencemaskan depresiasi atas rupiah."Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS memang diprediksi masih belum akan menguat dalam beberapa waktu ke depan. Namun pemerintah dipercaya akan dapat melalui kondisi itu, karena hal ini bukan pertama kalinya nilai tukar rupiah bergerak diatas kisaran Rp12.000 per dolar AS,"ungkapnya.

Bursa regional, diantaranya indeks Hang Seng pada perdagangan Rabu dibuka menguat 112,65 poin (0,49%) ke level 23.034,21, indeks Nikkei-225 naik 127,07 poin (0,80%) ke level 15.995,58 dan Straits Times menguat 6,28 poin (0,20%) ke posisi 3.122,33. (bani)

Related posts