Tutup 2013, BRI Kembali Sabet ISO 9001:2008

NERACA

JAKARTA — Laju profitabilitas PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk belum tergeser selama ini. BRI, sejak tahun 2005, sukses mempertahankan diri sebagai bank pencetak laba terbesar dan memberi imbal hasil paling menggiurkan bagi pemegang sahamnya di Tanah Air.

Tak hanya itu, profitabilitas itu juga didukung oleh tata kelola (Good Corporate Governance/GCG) perusahaan yang baik dan bersih. Sebab itu, tidak heran bila pada penghujung 2013 ini, BRI menyabet sertifikasi ISO 9001:2008 dari Badan Sertifikasi LRQA (Lloyd's Register Quality Assurance) yang telah diakreditasi oleh Badan Akreditasi Internasional/ United Kingdom Accreditation Service (UKAS) dan Komite Akreditas Nasional, untuk “Provision of Card Center and Complaint Handling.”

“Bank BRI telah berhasil mendapatkan sertifikasi itu. Sertifikasi ini adalah bentuk penilaian terhadap sistem manajemen mutu yang telah diterapkan terhadap proses produksi kartu dan penanganan keluhan nasabah, yang pada akhirnya dapat menjamin kepuasan nasabah,” ujar Sekretaris Perusahaan BRI Muhamad Ali di Jakarta, Kamis (26/12).

Selain itu untuk kali kedua, BRI juga berhasil mempertahankan sertifikat ISO 9001:2008 untuk Provision of Payment system by RTGS and Clearing, and Remittance, yang sebelumnya telah diterima pada tahun 2012 lalu. Sertifikasi ini adalah bentuk penilaian terhadap system manajemen mutu yang telah diterapkan terhadap proses Sistem Pembayaran menggunakan RTGS dan Kliring, serta proses pengiriman uang dari Luar negeri atau Remittansi.

Dengan pencapaian ini, hingga Desember 2013, Bank BRI telah menerima lima sertifikasi, yakni untuk proses Produksi Kartu, Penanganan Keluhan Nasabah, Sistem Pembayaran menggunakan RTGS dan Kliring, serta proses pengiriman uang dari Luar negeri atau Remittansi, dan 1 lagi yakni sertifikasi manajemen mutu untuk Proses Audit yang telah diterapkan oleh BRI.

“Dan ditargetkan seluruh system operasional di BRI akan mendapatkan sertifikasi ISO pada tahun 2017 mendatang, saat ini tersisa 8 bagian lagi yang belum terakreditasi sertifikasi ISO,” pungkas Ali. [fba]

BERITA TERKAIT

BRI Syariah dan Paytren Lanjutkan Kerjasama

      NERACA   Jakarta - Anak perusahaan Bank Rakyat Indonesia (BRI), BRI Syariah dan Paytren lanjutkan kolaborasi terkait…

Mari Bersatu Kembali

Tidak bisa kita pungkiri bahwa sebelum digelarnya Pemilihan Umum 2019 kemarin begitu menyerap banyak tenaga dan pikiran. Dalam masa kampanye…

Presiden Apresiasi Penataan Pasar dan Keindahan Taman Kumbasari Tukad Badung - Presiden Jokowi Kembali Sambangi Pasar Badung Kota Denpasar

Presiden Apresiasi Penataan Pasar dan Keindahan Taman Kumbasari Tukad Badung Presiden Jokowi Kembali Sambangi Pasar Badung Kota Denpasar NERACA Denpasar…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Asosiasi Fintech Minta Dapat Kemudahan Akses Data Kependudukan

    NERACA   Jakarta – Industri Finansial Technology (fintech) berharap agar pemerintah bisa mengizinkan usaha fintech bisa mendapatkan akses…

Genjot Kredit KKB, BCA Autoshow Digelar

    NERACA   Jakarta - Inisiatif PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dalam memberikan pelayanan kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan…

Lewat LinkAja, BNI Syariah Incar Fee Based Naik 52%

    NERACA   Jakarta - PT. BNI Syariah mengincar pendapatan berbasis komisi dapat meningkat hingga 52 persen menjadi Rp115…