Lulusan Sarjana Diharapkan Jadi Tsunami Bagi Koruptor

NERACA

Tidak bisa dipungkiri, bangsa ini harus berterima kasih kepada para universitas yang telah memberikan lulusan-lulusan berkualitas kepada masyarakat. Para lulusan terbaik telah dihasilkan untuk turut membangun bangsa ini. Namun apa jadinya jika para sarjana baru justru menjadi koruptor yang kian merajalela di negeri ini?

mengubah mental korup para petinggi negara yang berasal dari generasi tua walau bukannya tidak mungkin tapi sangat lah sulit. Untuk itu, masa depan cerah tanpa korupsi bisa diharapkan datang dari generasi muda. Dan pendidikan dalam hal ini adalah sebuah alat yang paling jitu untuk mencapai kondisi itu.

Dalam sambutannya pada wisuda sarjana ke-73 Universitas Tadulako (Untad) di Palu beberapa waktu lalu, Inspektur Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Haryono Umar mengibaratkan para wisudawan sebagai kupu-kupu yang baru selesai menjalani proses sebagai kepompong di bangku kuliah.

Menurut penelitian, lanjut dia, satu kepakan sayap kupu-kupu di Afrika yang terlihat cantik dan indah ternyata bisa menimbulkan tsunami di lautan Pasifik. Seperti kupu-kupu, harapannya para sarjana baru dapat menjadi pembuat "tsunami" bagi para koruptor yang kian merajalela di negeri ini.

"Buatlah tsunami-tsunami untuk para koruptor di negeri ini. Kalian adalah orang-orang terpilih untuk memperbaiki bangsa ini di masa mendatang. Dari para wisudawan ini diharapkan muncul politisi yang tidak mudah disuap, penegak hukum yang adil, menteri kehutanan yang mencintai kelestarian lingkungan, gubernur, bupati, wali kota yang tidak berurusan dengan KPK karena korupsi," tutur dia.

Mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu menambahkan, penduduk negara ini sebenarnya sudah sejahtera karena memiliki sumber daya alam yang melimpah, namun para koruptor membuat bangsa ini tetap memiliki banyak sekali penduduk miskin.

Sekarang, sambung Haryono, wisudawan sudah menunjukkan dengan menyelesaikan kuliah, namun dalam dua atau tiga tahun ke depan, wisudawan diharapkan sudah bisa menunjukkan prestasinya kepada masyarakat.

"Nah, seperti itulah harapan saya kepada kalian. Lihatlah lahan-lahan tambang kita baik di darat maupun di laut. Semuanya bendera negara-negara asing yang berkibar di situ. Saya berharap di tangan kalian nanti, bendera-bendera negara asing itu digantikan dengan bendera Merah Putih dan bendera Universitas Tadulako," ujar dia.

Wisuda ke-73 Untad ini diikuti 746 mahasiswa, 49 di antaranya lulusan program pascasarjana (S2). Dengan wisuda ini, universitas negeri satu-satunya di Sulteng yang kini membina 27.790 mahasiswa di 9 fakultas itu, kini telah mencatatr 44.206 alumni.

Related posts