Soroti Perkara Rumit Pemerataan Pendidikan - Anies Kemukakan 3 Aspek Penyokong

NERACA

Pemerataan pendidikan merupakan salah satu sasaran dalam pelaksanaan pembangunan nasional. Hal ini dimaksudkan agar setiap orang mempunyai kesempatan yang sama unutk memperoleh pendidikan. Jika tujuan tersebut tidak dapat dipenuhi, maka pelaksanaan pendidikan belum dapat dikatakan berhasil. Hal inilah yang menyebabkan masalah pemerataan pendidikan sebagai suatu masalah yang paling rumit untuk ditanggulangi.

Pemerhati pendidikan, Anies Baswedan menyebutkan sedikitnya ada tiga aspek penting untuk menyokong pemerataan pendidikan yang menjadi salah satu perhatian utamanya. Pertama, akses pendidikan, bahkan hingga tingkat perguruan tinggi harus bisa dijangkau oleh semua lapisan masyarakat

Menurut Rektor Universitas Paramadina itu, salah satu upaya mendekatkan akses pendidikan adalah penyediaan beasiswa yang terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat. Apabila universitas swasta saja bisa menyediakan beasiswa, maka universitas negeri lebih berkewajiban untuk memenuhi upaya itu guna meningkatkan akses pendidikan tersebut.

"Swasta saja bisa melakukan itu, maka universitas negeri seharusnya juga bisa," kata dia.

Dia bahkan menyampaikan kekhawatirannya terkait biaya pendidikan tingkat perguruan tinggi yang mahal menyebabkan regenerasi kelas menengah berlaku stagnan.

"Boleh jadi kelas menengah di masa mendatang hanya muncul dari kelas menengah masa kini, padahal seharusnya perbaikan kualitas hidup berlangsung di semua tingkatan," tambah dia.

Dalam era globalisasi, pertumbuhan dan perkembangan industri serta kompetisi yang ofensif dalam semua aspek kehidupan ekonomi didorong oleh kemajuan ilmu dan teknologi. Untuk memenuhi perkembangan ilmu dan teknologi, diperlukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas.

Terkait hal itu, Anies berpendapat, aspek peningkatan alokasi pemodalan keperluan riset bagi tiap-tiap perguruan tinggi guna menunjang penerapan ilmu-ilmu yang diajarkan menjadi aspek penting berikutnya dalam menyokong pemerataan pendidikan.

Sedangkan untuk aspek yang terakhir, menurut dia, diperlukan adanya redistribusi pendidikan, khususnya dalam hal pembentukan institusi perguruan tinggi tidak hanya di Pulau Jawa. Pasalnya mereka yang paling memerlukan layanan pendidikan dalam mengantisipasi persaingan global adalah masyarakat miskin di daerah-daerah di Indonesia. Oleh karena itu, pendidikan di Indonesia perlu ditingkatkan hingga ke pelosok negeri.

“Saat ini terdapat sekitar 3.500 perguruan tinggi di seluruh Indonesia, akan tetapi 800 di antaranya berada di wilayah Pulau Jawa bagian Barat. Artinya 800 dari 3.500 institusi perguruan tinggi berada di Provinsi Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten. Kalau terus seperti ini orang harus ke Jawa untuk sekolah. Itu tidak adil. Makanya harus ada redistribusi pendidikan," ujar dia menambahkan.

BERITA TERKAIT

KPK Soroti Kinerja BUMD di Kepri

KPK Soroti Kinerja BUMD di Kepri NERACA Tanjungpinang - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti kinerja sejumlah Badan Usaha Milik Daerah…

Penilaian IGJ - Dua Aspek Lemahkan Indonesia Dalam Perdagangan Internasional

NERACA Jakarta – Peneliti senior Indonesia for Global Justice (IGJ) Olisias Gultom menilai, terdapat dua aspek yang membuat lemah Indonesia…

IMF Soroti Risiko Penurunan Perdagangan di Asia Pasifik

NERACA Jakarta-Dana Moneter Internasional (IMF) mengungkapkan, prospek pertumbuhan ekonomi Asia Pasifik tetap relatif stabil, meski risiko penurunan telah meningkat. IMF…

BERITA LAINNYA DI PENDIDIKAN

Pentingnya Peran Peneliti untuk Mitigasi Bencana

  Kepala Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Sri Sunarti Purwaningsih menilai pentingnya peran peneliti dan…

Perlukah Fatwa Haram untuk Games PUBG?

      Games Player Unknown's Battle Grounds (PUBG) semakin banyak menjadi perbincangan. Selain di kalangan anak muda yang gemar…

Pendidikan Swasta Perlu Diperkuat

    Guru Besar Universitas Indonesia (UI) Prof Rhenald Kasali melihat laporan bank Dunia tentang indeks Modal Insani 2018 menguatkan…