Dunia Nilai Ekonomi Indonesia Seksi

Dunia Nilai Ekonomi Indonesia Seksi

Jakarta---Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengungkapkan saat ini dunia internasional menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 20 tahun ke depan diperkirakan sangat seksi. "6%-6,5% riil growth, 20 tahun ke depan akan memposisikan menjadi perekonomian terbesar di dunia. Indonesia dikemudian hari dari segi ekonomi cukup seksi," kata Kepala BKPM, Gita Wirjawan, di Jakarta, Rabu (20/7)

Lebih jauh Gita menjelaskan lembaga riset dari Standar Chartered menyimpulkan terdapat lima negara yang akan menjadi terbesar pada tahun 2020, di antaranya China, Amerika Serikat (AS), Jepang, Brasil dan India. "Sementara itu, tahun 2030 lima terbesar adalah Tiongkok, Amerika Serikat, Brasilia, India, dan Indonesia. Sangat mengejutkan. Sebab Jepang keluar diurutan ini, dan Indonesia masuk," jelasnya.

Mantan Komisaris Pertamina ini menambahkan dengan kondisi seperti itu bisa menjadi modal untuk pemikiran investasi ke depannya. Karena menurutnya, investasi infrastruktur sangat kecil. "India misalnya pembangunan infrastruktur 5% dari PDB. India saat ini untuk jalan sudah mampu membangun 4,5 juta km jalan. 15 tahun kemudian, bisa membangun tujuh juta km jalan," terangnya.

Sedangkan Indonesia, memang agak lambat dibanding India yang saat ini baru membangun jalan sepanjang 340 ribu km. Hal tersebut dikarenakan struktur geografis, pemerintahan dan regulasi.

Ditempat terpisah, Managing Director Of Economic Recovery and Research DBS Bank David W Carbon juga memprediksi hal yang sama. Dimana Indonesia bisa menjadi salah satu kisah paling sukses di Asia Tenggara pada abad 21. Bahkan bagi investor asing yang berpengalaman, Indonesia sebagai negara dengan penduduk terbanyak keempat di dunia yang ideal sebagai tempat investasi. "Karakter kelas menengah Indonesia memberikan kesempatan yang baik untuk investasi. Selain itu, Indonesia juga memiliki siklus perkembangan ekonomi yang mudah diprediksi," terangnya.

Menurut David, tidak ada negara yang bisa lari dari krisis keuangan global. Namun, dibanding semua negara Asia, Indonesia mengakhiri gejolak permasalahan tersebut lebih baik dari negara lain, dalam kaitannya dengan tingkat konsumsi, tingkat produksi industri dan tingginya ekspor.

"Contohnya, kuartal pertama tahun ini Indonesia menikmati perkembangan Produk Domestik Bruto (PDB) sebanyak 7,2 persen. Inflasi juga tidak menjadi masalah serius karena telah menurun sebanyak satu persen, yaitu dari tujuh persen pada Januari menjadi enam persen pada Mei 2011," tuturnya.

Terakhir, David berharap bisa melihat Indonesia merasakan perkembangan industri sebagaimana yang kini dirasakan industri di China. China sendiri model pertumbuhannya bisa mempekerjakan banyak orang. "Menurut saya, penting untuk melakukan apa yang dilakukan China," tandasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pakar Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Kuntoro Mangkusubroto mengatakan Indonesia sudah menjadi negara dengan perekonomian yang dewasa, walaupun dunia perpolitikan gaduh tetapi dunia ekonomi berjalan baik.

Menurut Kuntoro yang juga menjabat Ketua nya, saat ini Indonesia boleh berbangga, walaupun politik sedang gaduh tapi tidak memiliki pengaruh besar terhadap perekonomian."Ekonomi kita sudah dewasa, karena aspek politik tidak memberikan pengaruh yang berasa," ungkapnya.

Walaupun politik gaduh, hal tersebut tidak boleh untuk dibiarkan, karena suatu saat akan mengganggu. "Politik boleh gaduh, tapi ekonomi jalan terus. Dan bukan berarti kegaduhan politik bisa dibiarkan begitu saja," pungkasnya. **cahyo

BERITA TERKAIT

Kemenkeu Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2018 Capai 5,2%

  NERACA   Jakarta - Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Suahasil Nazara memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2018…

ESL Kembangkan E-Sports Lokal di Indonesia - Gandeng Kerjasama Salim Group

NERACA Jakarta –Menggali potensi bisnis e-sport yang terus tumbuh di Indonesia, ESL (Electronic Sports League) sebagai perusahaan e-sports terbesar di…

Begini Jurus Kemenperin Demi Wujudkan Indonesia Kuat

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian terus berperan aktif mewujudkan “Indonesia Kuat” melalui peningkatan produktivitas dan daya saing industri potensial di…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Taiwan Tawarkan Produk Kesehatan ke Pasar Indonesia

      NERACA   Jakarta - Indonesia merupakan negara yang berada di urutan ke-4 dengan prevalensi diabetes tertinggi di…

Teluk Bintuni akan Gunakan Skema KPBU

      NERACA   Jakarta - Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perindustrian memilih skema Kerja sama Pemerintah dan Badan…

Usaha Kuliner Lebih Mudah - Diplomat Success Challenge 2018

    NERACA   Jakarta - Peluang untuk menjadi wirausaha muda Indonesia dengan mendapatkan total modal usaha Rp 2 miliar…