Analisis Singkat Usaha EO

Banyak orang mengatakan bahwa bisnis EO itu mudah. Jangan salah, meski terlihat simpel bisnis EO sangat rumit. Apalagi rintangan yang begitu banyak. Tetapi sebenarnya kuncinya sukses bisnis ini terletak pada ketekunan dan kerja keras pelaku usaha, itulah modal paling utama yang harus dimiliki pelaku usaha EO.

Beberapa tahun belakangan ini event organizer (EO) kian berkembang pesat. Sontak, banyak kalangan yang mulai meliriknya sebagai sebuah lahan bisnis yang begitu menjanjikan. Secara harfiah, EO atau event organizer berarti mengorganisir kegiatan yang bersifat sewaktu-waktu/tidak kontinyu.

Uniknya, sekarang ini banyak perusahaan menggunakan jasa EO untuk mengerjakan event- event perusahaan mereka. Peluang inilah yang dapat kita kerja kan, karena banyak perusahaan yang tidakmau ambil pusing untuk mengerjakan eventnya.

Untuk itu, bagi yang suka dengan bidang management, mendekorasi, atau mengatur jalannya suatu acara, mulailah mendalami keperluan-keperluan apa saja yang diperlukan untuk sebuah pesta pernikahaan, ulang tahun, atau perayaan lainnya.

Dalam memulai bisnis, biasanya yang menjadi maslah utama adalah modal yang haus dimiliki. Modal memiliki peranan pentinmg dalam sebuah usaha, tak heran jika ada ungkapan Modal besar keuntungan besar risiko pun besar. Sebaliknya, modal kecil keuntungan kecil tetapi risiko pun minimal.

Sementara itu, untuk memulai sebuah usaha EO, modal memang mutlak dibutuhkan dalam bisnis ini. Dengan kata lain modal perlu disiapkan terutama dalam keperluan mengurus legalitas usaha (CV atau PT), serta dana untuk menyewa kantor, membeli peralatan kantor, biaya telekomunikasi, biaya perijinan acara dan lain sebagainya.

Setidaknya, untuk membangun EO yang sederhana, Anda setidaknya harus memiliki modal kurang lebih Rp35 juta. Uang tersebut untuk menyewa tempat usaha, membeli peralatan kantor, biaya telekomunikasi, dan mengurus segala perizinan. Dengan margin 10-20%, job EO setidaknya seminggu sekali usaha ini akan mengalami titik impas atau BEP pada tahun pertama.

Ya, perlu diingat, pada saat membuat budjet jangan mencari keuntungan yang berlebih, sebaiknya patok maximum fee sebesar 10–20 %. Selain itu, keterbukaan dalam membuat anggaran akan memudahkan klien mempercayai kinerja EO yang kita miliki. Bahkan, lebih baik klien diajak berdiskusi soal budget.

Memang, soal tempat usaha masih bisa diakali dengan menggunakan ruang yang ada di rumah Anda. Misalnya di ruang tamu atau di ruang lainnya. Karena urusan tempat usaha akan lebih murah jika kita menggunakan tempat sendiri.

Padahal untuk bisnis EO, tempat tersebut tidak digunakan setiap hari, karena Anda akan lebih sering keluar mengunjungi klien, supplier dan sponsor di luar kantor. Karena itu, bila dana Anda terbatas, pertimbangkan untuk berkantor di rumah saja.

BERITA TERKAIT

Kadin Berharap Pemerintah Susun Regulasi Lebih Pro Dunia Usaha - Sektor Riil

NERACA Jakarta – Kamar Dagang dan Industri Indonesia berharap pemerintah membuat kebijakan dan regulasi bidang kelautan dan perikanan pro dunia…

LPDB Ajak KUMKM Babel Kembangkan Usaha

LPDB Ajak KUMKM Babel Kembangkan Usaha NERACA Pangkal Pinang - Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah…

Pertamina EP dan Chemindo Inti Usaha Jalin Kerjasama - Pemanfaatan CO2

        NERACA   Jakarta - PT Pertamina EP dan PT Chemindo Inti Usaha bersepakat menjalin kerja sama…

BERITA LAINNYA DI PELUANG USAHA

Pertemuan IMF –WB Momentun Perkenalkan Produk UMKM Nasional Dikancah International

Pertemuan tahunan IMF – World Bank (WB)  yang berlangsung di Nusa Bali harus bisa menjadi momentum memperkenalkan produk  usaha mikro,…

Sruput Dinginnya Usaha Minuman Bubble

Meski tidak seheboh dulu minuman bubble . Tapi usaha ini masih menyimpan potensi. Pemain baru usaha ini juga masih muncul…

Jajaki Gurihnya Usaha Jajan Martabak

Jajanan Martabak merupakan salah satu kudapan yang sangat familiar di lidah masyarakat Indonesia. Disajikan dengan berbagai varian rasa, martabak tak…