Hadirkan Balkon Untuk Percantik Rumah

Rumah memang memiliki fungsi yang sangat penting. Tidak hanya sebagai tempat berlindung dari teriknya matahari atau dari dinginnya hujan, rumah memiliki fungsi yang jauh lebih dari itu, sebagai tempat melakukan segala aktifitas, berkumpul bersama keluarga tersayang atau melihat tumbuh kembang si kecil. Rumah tanpa disadari bisa menjadi tempat yang menyenangkan atau bahkan menjadi tempat yang sangat menyebalkan, dan disanalah peranan kita dalam menciptakan suasana rumah sesuai apa yang kita inginkkan.

Untuk sebagian orang, rumah atau hunian menjadi salah satu perlambangan atau gambaran kepribadian dari si pemiliknya. Karena itu sebagian orang mendesain rumahnya sesuai apa yang diinginkan, dari model, tata letak, ukuran bahkan hingga warna cat. Karena itu menjaga kenyamanan sebuah hunian menjadi suatu hal yang penting, meski nilai sebuah kenyamanan adalah subyektif namun sebuah kenyamanan tetap bisa diciptakan dengan kebersihan, tata letak yang tepat, furniture yang sesuai konsep dan ornament rumah.

Hadirnya Balkon dalam sebuah rumah atau hunian memang manjadi salah satu nilai positif dan dapat memberi tampilan yang lebih menarik pada hunian. Kehadirannya juga bisa membedakan rumah kita dengan rumah tetangga. Selain itu, sebuah balkon juga bisa menjadi salah satu tempat yang menarik untuk berkumpul bersama keluarga.

Dengan balkon pula kita dapat memaksimalkan lahan yang telah ada. Namun, untuk menciptakan tampilan menarik itu, balkon yg dibangun harus didesain secara matang dan tidak asal-asalan. Dahulu balkon hanya digunakan sebagai ruang atas dari space yang tersisa. Sekarang konsep balkon telah berkembang, yakni menjadi satu kesatuan dengan bangunan, yang difungsikan untuk memudahkan masuknya cahaya dalam ruang atas dan untuk mempercantik rumah.

Dalam membuat balkon sebaiknya disesuaikan dengan desain bangunan dan lingkungan sekitar kita, dari potensi lingkungan kita harus mempersiapkan ketersediaan lahan yang paling utama, dan jangan kita membuat balkon bila lahannya sempit karena dapat merusak harmonisasi hunian dan tentunya bila dipaksakan dibuat maka tidak akan optimal.

Proporsi antara balkon dan lahan harus seimbang. Untuk lahan yang cukup luas, permasalahan yang biasa muncul adalah menyelaraskannya dengan skala bangunan. Jika nantinya peran balkon tidak optimal, maka jangan membangunnya dalam skala besar.

Selanjutnya setelah ketersediaan lahan adalah bentuk dan ukuran jalan. Peran jalan tidak hanya untuk kendaraan, tapi juga pijakan kita untuk membangun balkon. Jalan sempit menjadikan bangunan nampak sesak. Untuk itu, dimensi balkon janganlah terlalu besar. Lain halnya jika jalan di depan rumah cukup lapang. Bolehlah membangun balkon yang cukup besar.

Selain itu, kita perlu pula memperhatikan rotasi matahari. Yang dimaksud adalah arah gerak matahari dari timur ke barat. Rotasi akan membentuk treatment desain balkon. Letak balkon yang menghadap timur atau barat, perlu atap atau teritis yang cukup lebar. Atap atau teritis lebar berfungsi menangkal sinar berlebih masuk ke area balkon.

Dampak polusi suara dari kendaraan juga layak diperhatikan dalam membangun balkon. Suara knalpot kendaraan tentunya akan mengganggu kenyamaman saat anda berada di balkon. Mensiasatinya dengan peletakkan balkon agak kedalam hunian. Bukan menjorok keluar, seperti umumnya balkon. Cara lainnya, gunakan buffer (peredam). Buffer sebaiknya kedap, cukup tebal. dan padat, agar suara bising tersaring. Misal railing tembok atau beton. Tanaman rimbun merambat juga bisa dijadikan buffer.

Related posts