Korban Tabrakan Maut KRL Vs Truk Tangki BBM Dapat Santunan - Pertamina - Jasa Raharja

NERACA

PT Pertamina Patra Niaga, anak perusahaan PT Pertamina memberikan santunan kepada korban kecelakaan Kereta Rel Listrik (KRL). Para korban itu adalah penumpang kereta saat KRL menabrak truk tangki bahan bakar minyak (BBM) di perlintasan kereta api Bintaro, di perbatasan Jakarta Selatan-Tangerang Selatan.

Seperti diketahui, jumlah korban tewas akibat kecelakaan maut 9 Desember lalu itu mencapai 7 orang. Sedangkan untuk korban luka-luka lainnya ada 85 orang. 75 orang dirawat di RS Suyoto, 5 orang dirawat di RS Fatmawati, dan 5 orang di RS Pertamina Pusat (RSPP).

Direktur Utama PT Patra Niaga, Ferdy Novianto di RSPP mengatakan, santunan ini diberikan kepada semua yang menjadi korban kecelakaan, baik yang luka maupun meninggal. Besaran santunan yang diberikan untuk korban luka, lanjut Ferdy, baik yang rawat jalan maupun rawat inap yakni sebesar Rp5 juta. Untuk yang rawat inap, santunan itu di luar biaya perawatan selama di rumah sakit. Biaya perawatan selama di rumah sakit akan ditanggung oleh PT Pertamina Patra Niaga.

"Semua korban tanpa kecuali mendapatkan santunan ini. Sedangkan untuk korban meninggal, masing-masing mendapat santunan sebesar Rp25 juta," tambah dia.

Selain Pertamina, PT Jasa Raharja juga memberikan santunan. Semua korban wafat atau meninggal dapat santunan Rp65 juta dengan rincian Jasa Raharja Rp25 juta dan Jasaraharja Putera Rp40 juta. Korban yang dalam perawatan mendapat santunan maksimal Rp40 juta, dengan rincian dari Jasa Raharja Rp10 juta dan dari Jasaraharja Putera maksimal Rp30 juta. Sedangkan bila terdapat korban cacat tetap dalam kecelakaan tersebut, korban akan mendapat santunan maksimal Rp65 juta, di mana Jasa Raharja Rp25 juta dan Jasaraharja Putera Rp40 juta.

Related posts