PNM Akan Terbitkan Obligasi Rp1 Triliun di 2014 - Berbasis UMKM

NERACA

Medan - PT Permodalan Nasional Madani (Persero) akan menerbitkan surat utang atau obligasi senilai Rp1 triliun pada 2014 menyusul penerbitan obligasi pertama pada 2012 sebesar Rp500 miliar. "Keberhasilan PNM menerbitkan obligasi, apalagi di tengah kondisi pasar yang kurang bagus dalam beberapa tahun terakhir, menunjukkan betapa besarnya potensi UMKM (usaha mikro kecil dan menengah) di Indonesia," kata Direktur Bisnis Mikro I PNM, M Lukman Rizal di Medan, Sumatera Utara, Senin (23/12).

Menurut dia, obligasi yang diterbitkan oleh PNM pada 2012 itu merupakan obligasi pertama berbasis UMKM di Indonesia. Penerbitan obligasi, kata Lukman, merupakan salah satu langkah penting untuk meningkatkan ekspansi dan penetrasi kredit UMKM. Dana hasil emisi terbesar akan digunakan untuk penyaluran pembiayaan melalui unit layanan modal mikro (ULaMM), yang merupakan salah satu andalan PNM.

"Mudah-mudahan obligasi yang diterbitkan tahun depan semakin mendapat minat investor seperti tahun 2012 dan 2013, meski nantinya yang diterbitkan bentuknya berbeda dengan obligasi pertama dan kedua," tambahnya. Pada tahun ini, PNM mendapatkan permintaan berlebih dari investor, karena memang selain melihat sektor UMKM yang berpotensi besar juga pasar mengakui PNM memiliki komitmen menjalankan tata kelola perusahaan secara baik atau good corporate governance (GCG).

"Untuk semakin mendapat kepercayaan publik dan meningkatkan jumlah dan daya saing UMKM binaannya, PNM terus melakukan berbagai upaya mulai dari peningkatan pembiayaan, pelatihan dan memberikan motivasi hingga melakukan kerjasama dengan Jetro, Jepang," katanya. Hingga November 2013, outstanding pembiayaan ULaMM PNM sudah mencapai Rp3,1 triliun atau naik 12,86% dibandingkan dengan periode sama tahun lalu. Untuk tahun depan, Lukman menargetkan pembiayaan bisa tumbuh hingga 25% atau Rp3,8 triliun.

Secara nasional, total outstanding pembiayaan ULaMM, per Oktober 2013, mencapai Rp3,05 triliun atau tumbuh 12,47% dibandingkan dengan posisi Oktober 2012 yang sebesar Rp2,71 triliun. Adapun, total pembiayaan yang telah disalurkan baik melalui ULaMM maupun anak perusahaan lain hingga Oktober 2013 mencapai Rp16,5 triliun.

Sedangkan mengenai penyaluran pembiayaan, PNM hingga kuartal III 2013 berhasil menyalurkan pembiayaan (outstanding) sebesar Rp3,02 triliun, jumlah tersebut meningkat 13,5% dibandingkan perode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,66 triliun. Sementara Corporate Secretary PNM, Gung Panggodo menambahkan, pertumbuhan penyaluran pembiayaan perseroan hingga September 2013 tersebut, didukung dengan bertambahnya jumlah nasabah yang dimiliki PNM.

"Sepanjang kuartal III 2013, PNM berhasil mencatat kenaikan jumlah nasabah menjadi 69.855 atau naik 19,5% dari periode yang sama tahun lalu sebanyak 58.428 nasabah," kata dia.

Hal ini didukung dari pelatihan yang telah dilakukan perseroan sebelumnya, tercatat hingga akhir September 2013 PNM telah melakukan pelatihan sebanyak 149 kali kepada 6.462 nasabah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Pelatihan tersebut diadakan di berbagai kota di Indonesia.

Dia menambahkan, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pembiayaan sektor mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ini, pada tahun depan masih akan fokus pada penyaluran pembiayaan untuk sektor UMKM. Sebab, sektor usaha mikro yang memiliki potensi besar seiring momentum Pemilihan Umum (pemilu) 2014.

PNM juga optimistis, aturan regulator yang mewajibkan perbankan menyalurkan kredit usaha mikro, kecil dan menengah dengan pangsa minimal 20% mulai tahun ini tidak akan menurunkan kepercayaan para pelaku usaha terhadap layanan perseroan.

"Ke depannya, kami akan memperkuat layanan melalui jaringan yang tersebar di 705 kantor. Perinciannya, satu kantor pusat, 26 kantor cabang, empat cabang pembantu, 97 klaster, dan 577 unit layanan modal mikro (ULaMM)," tandas Gung. [mohar]

Related posts