Investor Waspadai Penggelapan Dana - OJK Luncurkan Program DPP

NERACA

Jakarta- Untuk meningkatkan kepercayaan investor, Otoritas Jasa Keuangan (OJK meluncurkan program Dana Perlindungan Pemodal (DPP). Diharapkan, dengan adanya program tersebut dapat melindungi penyelewengan dana-dana seperti penggelapan dana hingga hilangnya aset. “Kalau ada aset nasabah hilang di perusahaan efek, kalau tidak ada tindakan apa-apa dari regulator akan hilang kepercayaan pemodal untuk pasar modal kita,” kata Kepala Eksekutif Pasar Modal OJK, Nurhaida di Jakarta, Senin (23/12).

Program DPP ini, menurut dia, akan dihimpun dari iuran para pemodal itu sendiri. Namun, dalam kurun waktu satu hingga dua tahun ke depan, iuran tersebut akan dikontribusi oleh Self-Regulator Organization (SRO). “Dua tahun pertama nantinya akan dicover oleh SRO, lalu dimulai iuran, hal ini upaya bersama untuk menciptakan stabilitas,” jelasnya.

Namun untuk sekarang ini, sambung dia, belum dapat diungkapkan secara rinci terkait iuran yang akan dibebankan nantinya. Yang jelas, untuk melihat kesiapan para pelaku pasar atau pemodal, OJK akan memberikan surat edaran mengenai program ini, dan manfaat yang dapat diperoleh pemodal. “Kita akan menyiapkan surat edaran untuk memberikan berapa besaran iuran,” ujarnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, hal ini sebagai langkah persiapan dalam menghadapi Asean Economic Comunity (AEC) 2015 sehingga pasar modal Indonesia tidak akan tertinggal oleh negara-negara tetangga yang tergabung dalam komunitas masyarakat Asean tersebut. “DPP ini bisa meningkatkan pasar modal kita pada AEC 2015. Kalau market kita gak siap, tentunya kita tertinggal dari negara tetangga kita nantinya,” tuturnya.

Diketahui, banyak alasan mengapa investor lokal di pasar modal masih rendah, selain rendahnya sosialisasi dan edukasi juga belum terbukanya informasi yang jelas soal risiko berinvestasi. Ditambah kasus penggelapan dana nasabah hingga investasi bodong makin membuat keraguan masyarakat berinvestasi di pasar modal.

Oleh karena itu, OJK pun membentuk satgas atas kasus investasi bodong dan menghadirkan lembaga perlindungan investor, khusus di pasar modal atau disebut Investor Protection Fund" (IPF) dengan nama PT Penyelenggara Program Perlindungan Investor Efek Indonesia (P3IEI). Harapannya, selain memberikan perlindungan juga dapat menambah kepercayaan masyarakat terhadap industri pasar modal Indonesia sebagai sarana investasi.

Pengamat pasar modal Yanuar Rizky pernah bilang, keberadaan lembaga penjaminan menjadi keharusan dalam pasar modal. Sistem perlindungan lembaga penjaminan pasar modal ini tidak disamakan dengan LPS di industri perbankan. Sebab, seperti yang umum diterapkan oleh pasar modal di negara lain, protection fund harus menjamin penuh dana investor yang ada di rekening efek. alias full guarantee. Berbeda dengan dengan nasabah bank yang menyimpan dana dengan prinsip kehati-hatian. (lia)

BERITA TERKAIT

Wiranto Waspadai “Penumpang Gelap” pada 22 Mei

Wiranto Waspadai “Penumpang Gelap” pada 22 Mei NERACA Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengingatkan semua…

Waspadai Hoaks Soal KPU

Menghadapi pelaksanaan hasil Pemilu yang akan diumumkan KPU pada 22 Mei 2019 tentu akan menjadi perhatian aparat keamanan, khususnya TNI-Polri.…

Optimalkan Reksa Dana Syariah - Xdana Investa Rilis Aplikasi Xdana Syariah

NERACA Jakarta – Pacu pertumbuhan industri reksadana syariah lebih pesat lagi, berbagai macam inovasi dilakukan manejer investasi untuk menarik masyarakat…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pasar Properti Masih Tertekan - Intiland Pilih Kerjasama Kembangkan Proyek Maja

NERACA Jakarta – Geliat pembangunan properti di Maja, Banten, seperti yang sudah dilakukan PT Armidian Karyatama Tbk (ARMY) menjadi daya…

Telkom Gelar Safari Ramadhan di Tarakan

Ramadhan kali ini, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) di percaya Kementerian BUMN sebagai PIC bersama Perum Jamkrindo dan PT…

Kantungi Pinjaman Rp 119,92 Miliar - Multipolar Berikan Jaminan Bagi Anak Usaha

NERACA Jakarta - Dukung pengembangan bisnis anak usaha yang seret likuiditas, PT Multipolar Tbk (MLPL) memberikan jaminan atas pinjaman anak…