Mandiri Kuasai Saham Asuransi Jiwa Inhealth

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) memimpin akuisisi PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia (AJII) atau inHealt senilai Rp1,75 triliun. Perseroan menguasai 80% kepemilikan saham tahun depan setelah proses peralihan Askes menjadi BPJS Kesehatan.

Direktur Utama BMRI, Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pada tahap pertama perseroan menguasai 60%. Sedangkan PT Kimia Farma dan PT Jasa Asuransi Indonesia (Jasindo) masing-masing menguasai 10%, dan sisa 20% masih dipegang PT Askes. Kemudian pada tahap kedua tahun depan, perseroan akan meningkatkan kepemilikannya menjadi 80%. Menurutnya, AJII akan tetap di segmen asuransi kesehatan yang spesifik, manage care, “Berbeda dengan AXA Mandiri sebagai asuransi umum. Kami optimistis premi tahun depan akan tumbuh 20%,"katanya di Jakarta, kemarin.

Dia mengatakan, potensi bisnis asuransi masih sangat besar dengan nilai bisnis sekitar Rp300 triliun. Sedangkan penetrasi asuransi hanya 2,5% sedangkan sisanya masih dilakukan dengan pembayaran langsung. Perseroan menargetkan penetrasi asuransi bisa mencapai 10%.

Menurutnya, akuisisi tersebut diharapkan bisa mendukung ekspansi perseroan menjadi bank terbesar di Asia Tenggara pada 2020. Ke depan juga masih akan ada pengembangan organik dan anorganik, karena secara permodalan dinilai masih mencukupi.

Perseroan bersama Kimia Farma dan Jasindo berkomitmen akan menjadikan AJII terus berkembang meningkatkan jumlah nasabah pemegang polis. Per September 2013, AJII mencatatkan lebih dari 1 juta pemegang polis dengan premi bruto Rp1,1 triliun. (bani)

BERITA TERKAIT

Sektor Primer - Satu Juta Hektare Lahan Padi Ditargetkan Terlindungi Asuransi

NERACA Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) pada tahun ini menargetkan satu juta hektare lahan padi milik petani terlindungi lewat program…

Trans Power Bagi Dividen Rp 26,6 Per Saham

NERACA Jakarta – Sukses mencetak pencapaian kinerja keuangan yang apik sepanjang tahun lalu, mendorong PT Trans Power Marine Tbk (TPMA)…

Danai Belanja Modal - Bima Sakti Lepas 625 Juta Saham Ke Publik

NERACA Jakarta – Di saat bisnis properti masih tertekan, rupanya belum menyurutkan rencana PT Bima Sakti Pertiwi untuk go public.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pefindo Raih Mandat Obligasi Rp 52,675 Triliun

Pasar obligasi pasca pilpres masih marak. Pasalnya, PT Pemeringkat Efek Indonesia atau Pefindo mencatat sebanyak 47 emiten mengajukan mandat pemeringkatan…

GEMA Kantungi Kontrak Rp 475 Miliar

Hingga April 2019, PT Gema Grahasarana Tbk (GEMA) berhasil mengantongi kontrak senilai Rp475 miliar. Sekretaris Perusahaan Gema Grahasarana, Ferlina Sutandi…

PJAA Siap Lunasi Obligasi Jatuh Tempo

NERACA Jakarta - Emiten pariwisata, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) memiliki tenggat obligasi jatuh tempo senilai Rp350 miliar. Perseroan…