Blue Bird Menelan Pahit Rencana IPO - Tertunda Karena Dokumen

NERACA

Jakarta – Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bidang Pasar Modal, Nurhaida mengatakan, belum terlaksananya penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) Blue Bird di pasar modal disebabkan belum lengkapnya dokumen yang disertakan perseroan kepada regulator. "Ada dokumen yang belum dapat diselesaikan oleh Blue Bird dan OJK telah berdiskusi dengan mereka. Memang mereka sendiri mengetahui ada dokumen yang belum dapat dilampirkan," ujarnya di Jakarta, Senin (23/12).

Dia juga menuturkan, bahwa saat ini Blue Bird sedang mengalami gugatan hukum dari pihak tertentu yang membuat persyaratan kelengakapan dokumen akan semakin terlambat. Meski Blue Bird tetap dalam posisi tergugat, namun Nurhaida memastikan OJK tetap akan memproses pendaftaran IPO apabila dapat melengkapi dokumen pendaftaran, “Jadi bukan karena mereka tergugat dan kita jadi tergugat secara hukum juga, namun memang dokumennya mereka belum dapat siapkan,"ungkapnya.

Sebagai informasi, perusahaan penyedia jasa transportasi, Blue Bird berencana merealisasikan penawaran umum perdana saham pada akhir tahun 2013. Selaku penjamin emisi, perseroan telah menunjuk PT Danareksa Sekuritas. Namun rencana tersebut meleset dari target lantaran dokumen yang disertakan kepada OJK belum lengkap. Alhasil, aksi korporasi penawaran saham perdana dipastikan bakal molor.

Merespon hal tersebut, Direktur PT Blue Bird Group, Sigit P Djokosoetono pernah bilang, perseroan tidak mempersoalkan molornya pelaksanaan IPO. Pasalnya, perusahaan taksi ini tidak mengutamakan penawaran saham perdana untuk mencari modal, “IPO bukan menjadi prioritas kami, karena IPO merupakan salah satu alternatif pendanaan kami,”tandasnya.

Kata Sigit, saat ini perusahaan masih memiliki fasilitas pinjaman dari perbankan. Sehingga, IPO hanya merupakan salah satu pendanaan baru yang dimiliki Blue Bird. Selain itu, karena masih dalam proses di OJK dan dalam 1 bulan tahun 2013 akan berakhir, dirinya memperkirakan perseroan baru akan melantai di bursa pada tahun depan.

Rencananya Blue Bird akan menggunakan dana hasil IPO untu penambahan armada, perawatan, serta pembangunan pool taksi. “Belum bisa kita katakan target dananya berapa, karena masih diproses. Kita utamakan pengembangan armada, karena selain IPO kita masih bisa mengembangkan usaha melalui kredit,”ujar Sigit.

Lebih lanjut dia menyebutkan, kebutuhan dana untuk pengembangan setiap tahunnya meningkat. Sepanjang tahun 2013, Blue Bird mengalokasikan dana belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp1,5 triliun. Sementara tahun depan, perseroan menganggarkan belanja modal lebih dari Rp 1,5 triliun. Dimana sumber pendanaanya berasal dari kredit perbankan dan kas internal

Sementara Direktur Utama Danareksa Sekuritas Marchiano Herman menuturkan, proses izin IPO Blue Bird baru mencapai 50% dan saham yang akan dilepas ke publik masih dalam kajian. Berbagai berkas Blue Bird untuk menjadi perusahaan terbuka sedang dalam kajian OJK, untuk mendapatkan izin pra efektif. (bani)

BERITA TERKAIT

Infrastruktur: Katakan Apa Adanya Meski Pahit

Oleh: Sarwani Bank Dunia tengah mendapatkan sorotan publik terkait sikapnya yang plin plan menanggapi laporan yang dibuat oleh lembaga itu…

Menjaga Pertumbuhan Bisnis - Setelah Gojek, BIRD Terbuka Berkolaborasi

NERACA Jakarta –Menjaga eksistensi PT Blue Bird Tbk (BIRD) ditengah ketatnya persaingan bisnis transportasi onlinel, maka kolaborsai menjadi pilihan yang…

Tiga Anak Usaha BUMN Bakal IPO di 2019

Menyadari masih sedikitnya perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang go public atau tercatat di pasar modal, mendorong Kementerian Badan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Dua Putra Utama Terkoreksi 57,96%

Emiten perikanan, PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) laba bersih di kuartal tiga 2018 kemarin sebesar Rp35,9 miliar atau turun…

BEI Suspensi Saham BDMN dan BBNP

PT  Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara waktu perdagangan dua saham perbankan yang direncanakan akan melakukan merger usaha pada perdagangan…

Chandra Asri Investasi di Panel Surya

Kembangkan energi terbarukan yang ramah lingkungan dalam operasional perusahaan, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) menggandeng Total Solar untuk menghasilkan…