Perkuat Bisnis Properti, PTPP Gandeng Jamsostek - Bangun Gedung Rp 200 Miliar

NERACA

Jakarta – Perkuat bisnis di sektor properti, PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP) bersama PT Jamsostek (Persero) mendirikan anak usaha berupa property company. Nantinya, anak usaha tersebut akan menangani pembangunan properti di kawasan Rasuna Said Kuningan.

Direktur Utama PTPP Bambang Triwibowo mengatakan, rencananya lahan di kawasan Rasuna Said Kuningan tersebut akan dibangun perkantoran dengan tinggi 26-30 lantai. Untuk tahap awal akan dibuat feasibility study lalu dilanjutkan dengan legal aspeknya,”Pembangunannya akan memakan waktu paling lama 1,5 tahun,” ujar dia di Jakarta, Senin (23/12).

Menurut Bambang, saat ini merupakan waktu yang tepat untuk berinvestasi dalam bidang properti karena sedang booming dan diminati banyak orang. “Dari pada lahan dibiarkan menganggur, lebih baik dikembangkan untuk investasi properti,” jelas dia. Sementara Direktur Utama PT Jamsostek Elvyn G. Masassya menambahkan, untuk proyek awal, perusahaan ini akan menangani lahan PT Jamsostek yang ada di Kuningan, setelah itu kita akan kerjakan proyek-proyek lainnya, “Nantinya saham proyek properti di kawasan Rasuna Said Kuningan, mayoritas dimiliki Jamsostek,”tegasnya.

Elvyn mengatakan, untuk pendirian anak usaha di bidang properti ini diperlukan dana investasi sebesar Rp200 miliar. Dari jumlah tersebut, 80% dibiayai Jamsostek, sedangkan sisanya ditanggung oleh PTPP.

Belum lama ini, PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP) telah melakukan pemisahan atau spin off atas divisi properti. Anak usaha ini pun langsung diproyeksikan untuk melantai di bursa efek pada akhir tahun 2014.

Tumiyana, Direktur Keuangan PTPP pernah bilang, pihaknya berencana melakukan penawaran saham perdana (IPO/initial public offering) pada kuartal IV tahun depan, “Akhir tahun depan kan pas umur setahun. Rencana yang dilepas sebanyak 30% - 35% saham perusahaan,"ungkapnya.

Dia menyampaikan, IPO dilakukan karena PP Properti menggarap di bidang proyek besar. Diantaranya adalah; Grand Kamala Lagoon, Bekasi yang membutuhkan investasi Rp 11 triliun, Grand Sungkono Lagoon Surabaya sebesar Rp 5 triliun, proyek apartemen Gunung Putri, Bogor Rp 750 miliar dan beberapa proyek lainnya.

Dengan sejumlah proyek tersebut, PP Properti mengincar penjualan properti rata-rata Rp 1,9 triliun per tahun. "Sehingga dalam 10 tahun ke depan kontribusi laba ke induk perusahaan sangat signifikan sebesar 20% - 25%," jelas Tumiyana.

Sebagai informasi, dengan spin offnya divisi properti, diharapkan mampu mendongkrak pendapatan induk usaha dan memberikan sejumlah manfaat. Pertama, akselarasi pengembangan usaha segmen properti dan realty. Kedua, meningkatkan optimalisasi pemanfaatan aset. Ketiga, meningkatkan kualitas proyek pengembangan properti. Keempat, membuka kesempatan untuk meningkatkan struktur permodalan. Kelima, memberikan manfaat bagi pemegang saham.

Selain itu, pemisahan divisi properti PP akan membuka ruang bagi divisi properti PP untuk menciptakan nilai tambah secara komersial dan aset yang optimal. Perseroan juga ingin menciptakan profil di pasar untuk menjaring investor potensial baik domestik maupun global. Dengan dilakukannya pemisahan divisi properti PP, maka PT PP Properti diharapkan dapat lebih kompetitif dan fleksibel dalam mengambil keputusan bisnis. Selain itu, pemisahan juga mendorong pengembangan dan pengelolaan aset yang lebih intensif. (nurul)

Related posts